Tag: bilah bambu

  • Resep Sate Lilit Daging

    Resep Sate Lilit Daging

    BAHAN:
    300 gram daging sapi gandik, iris tipis dan panjang
    75 gram nanas parut
    75 gram kelapa setengah tua, parut kasar
    3 sdm santan kental
    10 buah bilah bambu, untuk tusuk sate
    2 sdm PALMIA Margarin Serbaguna
    BUMBU HALUS:
    5 butir bawang merah
    2 siung bawang putih
    2 buah cabai merah, buang bijinya
    1 cm kunyit bakar
    1 batang serai, ambil bagian putihnya
    1 sdt jinten
    ½ sdt ketumbar
    ½ sdt merica
    2 sdt gula merah, serut
    ¾ sdt garam
    CARA MEMBUAT SATE LILIT DAGING:
    1. Remas-remas daging dengan nanas parut, cuci bersih dan sisihkan.
    2. Campur daging bersama kelapa parut, santan, PALMIA Margarin Serbaguna dan bumbu halus, aduk rata.
    3. Simpan dalam lemari es selama 5 jam agar bumbu meresap.
    4. Tusukkan daging pada bilah bambu kecil.
    5. Bakar sambil dibalik-balik hingga daging matang dan empuk

    Untuk + 10 tusuk

  • Resep Prawan Kenes

    BAHAN:
    1 sisir pisang kepok matang pohon
    2 Imbr daun pandan
    200 ml santan kental (dari 1 bh kelapa)
    Garam, gula secukupnya
    Bilah bambu untuk menjepit
    CARA MEMBUAT PRAWAN KENES:
    1. Kukus pisang kepok hingga matang. Angkat dan kupas kulitnya.
    2. Belah pisang membujur, sisipi tengahnya dengan ujung daun pandan,
    lalu lingkarkan daun tersebut di sekeliling pisang.
    3. Buat penjepit dari sebilah bambu dengan panjang 25 cm dan lebar
    1 cm . Belah bambu membujur menjadi dua bagian sama rata sam-.
    pai ± 2 cm dari ujung satunya. Pisang kemudian dijepit dengan
    bilah bambu tersebut.
    4. Pisang yang telah dijepit bilah bambu kemudian diipanggang di
    atas bara api arang kayu sambil sesekali diolesi areh gurih. Dilakukan
    berulang sehingga areh meresap pada pisang.
    5. Ujung bambu (yang tidak dibelah) ditusukkan tangkai daun pepaya
    (glonggong), sedang bagian ujung yang lain dililit dengan daun pisang
    dan beri pengikat berupa tali bambu.
    6. Areh: Masak santan dengan api kecil, sambil diaduk—aduk sampai
    volumenya tinggal separuh kemudian ditambahkan gula dan garam.
    Angkat dan siramkan diatas pisang.

    Menu khas ini menjadi favorit Sri Sultan HBVII sebagai makanan ringan yang
    dinikmati saat waktu senggang atau setelah makan utama.

  • Resep Sate Bandeng (Resep 2)

    Resep Sate Bandeng (Resep 2)

    BAHAN:
    3 ekor bandeng segar ukuran sedang, biarkan utuh
    3 sendok makan minyak untuk menumis
    500 ml santan kental, rebus sambil aduk-aduk hingga 400 ml
    Daun pisang /kertas alumunium
    Bilah bambu untuk menjepit (sapitan bambu)
    BUMBU YANG DIHALUSKAN :
    20 butir bawang merah
    1 butir telur, kocok
    3 siung bawang putih
    2 sendok makan ketumbar sangrai
    3 mata asam jawa, tanpa biji
    2 sendok teh garam
    1 1/2 sendok teh merica butiran
    50 gram gula merah, sisir halus
    CARA MEMBUAT SATE BANDENG (RESEP 2) :
    1. Bersihkan sisik ikan, cuci bersih, pukul-pukul badan ikan agar dagingnya memar. Tarik bagian ekor dan kepala ikan
    hingga terdengar bunyi patah agar tulang ikan lepas dari dagingnya.
    2. Potong kepala ikan tidak hingga putus, buang isi kepala dan isi perut ikan lewat kepala.
    Cuci bersih ikan di bawah air mengalir, tiriskan.
    3. Sisipkan ujung pisau yang runcing dan tajam diantara kulit dan daging ikan. Sayat dengan gerakan melingkar menurut
    bentuk badan ikan. Keluarkan pisau dari ikan.
    4.Tarik kulit ikan dari badan dengan hati-hati agar daging ikan tetap utuh saat terangkat. Jika daging bagian ekor belum
    lepas, patahkan ekor hati-hati. Jaga kulit ikan tetap utuh hingga ke ekornya, sisihkan.
    Lakukan hal yang sama untuk ikan yang lainnya.
    5. Haluskan daging ikan, sangrai agar duri halus ikan terlihat. Buang duri ikan hingga bersih, sisihkan.
    6. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daging ikan bandeng. Aduk-aduk hingga daging
    matang. Tuangi santan kental, masak hingga daging setengah kering dan santan mengental. Angkat dan biarkan uapnya
    hilang. Aduk rata bersama telur yang telah dikocok, sisihkan.
    7. Ambil satu kantung kulit ikan bandeng, isi dengan setengah bagian daging ikan, kemudian tumis sambil dipadatkan dan
    dibentuk kembali seperti ikan utuh.
    8. Jepit bandeng isi diantara sapitan bumbu. Ikat ujung sapitan dengan benang dan tali bambu, sisihkan.
    9. Ambil 2 lembar daun pisang atau selembar kertas alumunium. Olesi sedikit minyak. Taruh sisa adonan ikan di atasnya,
    ratakan. Taruh isi bandeng isi di atas adonan ikan. Tutup seluruh permukaan bandeng isi dengan adonan ikan.
    Bungkus hingga rapi.
    10. Panggang dalam oven panas bersuhu 160 derajat Celsius selama 40-50 menit hingga adonan ikan mengeras.
    Angkat, buka pembungkusnya, panggang kembali dalam oven hingga permukaan sate bandeng berwarna kecoklatan.
    Angkat, sajikan.

  • Tepung Pisang (Cara 2)

    Tepung Pisang (Cara 2)

    Tepung pisang adalah hasil penggilingan buah pisang kering (gaplek pisang). Produk ini digunakan untuk formulasi kue dan makanan bayi. Walaupun demikian, produk ini belum banyak dikenal masyarakat. Pembuatan tepung pisang mudah dilakukan dan biayanya tidak mahal.
    CARA PEMBUATAN TEPUNG PISANG (CARA 2) :
    • Siapkan pisang matang petik yang kulitnya masih hijau dan daging buahnya
    masih keras (akan matang konsumsi jika diperam). Wadah pemanas (gerabah)
    diletakkan di atas api (tungku atau kompor), kemudian dibiarkan sampai panas.
    Setelah itu pisang dimasukkan sampai penuh dan wadah ditutup.
    • Sementara itu api tetap dinyalakan. Pisang dipanaskan kurang lebih selama 15 menit selanjutnya api dimatikan dan pisang dibiarkan dingin. Pisang yang telah cukup dipanaskan, kulitnya menjadi kusam dan layu, serta kulitnya tidak bergetah jika dikupas.
    • Pisang yang telah dingin dikupas dengan pisau atau dengan bilah bambu
    yang dibentuk pipih seperti mata pisau. Siapkan larutan natrium bisulfit
    2.000 ppm (2 gram dalam 1 liter).
    • Setelah dikupas, buah diiris tipis melintang atau menyerong dan rendam
    dalam larutan natrium bisulfit selama 5 — 10 menit. Semakin kecil ukuran
    potongan akan semakin baik karena semakin cepat kering jika dikeringkan.
    • Potongan pisang dihamparkan di atas tampah. Selanjutnya dijemur hingga
    kering benar dengan tanda mengerasnya bahan, tapi mudah dipatahkan.
    Hasil pengeringan disebut gaplek pisang yang selanjutnya digiling sampai halus (80 mesh).