Tag: daun

  • Resep Lemper Isi Ayam

    Resep Lemper Isi Ayam

    BAHAN:
    • 1/2 liter beras ketan
    • 2 ons ayam filet, di suwir
    • 1 sdm ebi, haluskan
    • 1 slung bawang putih, haluskan
    • 1 sdt garam
    • 1 sdm gula putih
    • 1/2 kelapa parut
    • Daun / plastik
    • Minyak goreng secukupnya, untuk mengoles daun
    MEMBUAT (ISIAN AYAM):
    1. Rebus ayam dengan 1/2 gelas air.
    2. Suwir-suwir halus, lalu sisihkan.
    3. Haluskan bawang putih dn ebi.
    4. Panaskan kaldu ayam, lalu masukan bawang putih, ebi, gula, garam, dan kaldu.
    5. Masukan ayam suwir, aduk-aduk sampai airnya kering dan keluar minyaknya.
    1. Cuci beras ketan, rendam selama 1 jam.
    2. Aroni beras ketan dengan dengan air santan.
    3. Masukan 1 sdt garam.
    4. Kukus dalam dandang selama 20 menit. Sisihkan.
    CARA MEMBUAT LEMPER:
    1. Simpan daun dengan ukuran yang sekirannya pas untuk lemper.
    2. Olesi dengan minyak goreng.ambil ketan 1 sendok, atau lebih, lalu ratakan di atas daun pisang
    3. Simpan ayam di atas nasi ketan, lalu tutup kembali sampai rapih.
    4. Bungkus dengan daun pisang (bentuknya sesuai selera).
    5. Begitu seterusnya sampai selesai.
    6. Bakar lemper setelah di bungkus.

  • Resep Lodeh Terong

    Resep Lodeh Terong

    1. BAHAN

    1) Terong 2 buah
    2) Daun so 2 genggam
    3) Tempe bosok 2 potong
    4) Udang kering 2 sendok makan
    5) Kelapa 1/2 butir
    6) Petai 7 mata

    2. BUMBU

    1) Bawang merah 4 buah
    2) Daun salam 2 lembar
    3) Bawang putih 2 siung
    4) Gula merah 1 sendok makan
    5) Lombok hijau 6 buah
    6) Garam 1½ sendok makan
    7) Laos 1 potong

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Kelapa diparut, diambil santannya 3 gelas.
    2) Lombok hijau diiris kasar.
    3) Bawang merah, bawang putih, petai diiris-iris.
    4) Bumbu-bumbu direbus dengan santan sampai mendidih.
    5) Terong dibersihkan, dipotong-potong.
    6) Dimasukkan terong, daun so, tempe bosok, udang kering, diadukaduk sampai masak.

    Keterangan :
    Ada juga yang dicampur dengan kacang panjang, taoge dan tempe.

  • Resep Mi Kuah Ala Thai

    Resep Mi Kuah Ala Thai

    Bahan:
    300 gr tulang ayam
    500 gr tomat merah potong
    500 gr daging ayam cincang
    2 sdm kecap ikan
    1 sdm kecap asin
    garam secukupnya
    1/2 sdm gula pasir
    1/2 sdt merica bubuk
    1000 gr mi telur
    bumbu untuk kaldu
    2 cm irisan jahe
    3 akar daun ketumbar
    1 buah bawang bombai, potong 4
    2 buah wortel, potong 3
    1/2 sdt merica utuh, (bungkus)
    bumbu yang dihaluskan
    10 siung bawang putih
    10 buah bawang merah
    2 cm lengkuas
    2 cm kunyit
    10-20 buah cabai kering, rendam
    2 sdm akar daun ketumbar
    1 batang serai, iris
    2 sdm tauco
    untuk mendapatkan 5 sdm minyak bawang
    • tumis 2 siung bawang putih dengan 5 sdm minyak goreng, saring
    cuci dengan air matang
    100 gr tauge
    100 gr kacang panjang mentah
    20 gr sayur asin
    50 gr kol mentah
    untuk pelengkap
    irishalus
    2 sdm irisan daun bawang
    2 sdm irisan daun ketumbar
    2 sdm irisan cabai rawit
    2 buah jeruk nipis, potong-potong, ambil airnya
    Cara membuat:
    1. Rebus tulang ayam dengan air secukupnya selama 1o menit, angkat dan
    buang airnya.
    2. Buat kaldu: rebus lagi tulang ayam dengan bumbu untuk kaldu
    menggunakan api kecil sclama 1 jam. Angkat, saring.
    3. Masak tomat dengan kaldu dan bumbu yang dihaluskan selama
    3o menit menggunakan api kecil.
    4. Masukkan daging beri kecap ikan, kecap asin, garam, gula,
    dan merica, masak dengan api kecil selama 3o menit. Angkat.
    5. Rebus mi, lalu tiriskan. Campur dengan minyak bawang hingga rata,
    lalu gulung bulat menjadi beberapa bagian.
    6. Cara menghidangkan: ambil gulungan mi, tempatkan dalam mangkuk saji,
    siram kaldu beserta isi secukupnya dan beri bahan pelengkap.

  • Resep Menjaga Kesegaran Sayuran

    Barangkali kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan gampang, “membungkusnya
    dengan plastik, lalu menyimpannya ke dalam kulkas”. Paling tidak, itu yang paling
    sering kita lakukan. Salahkah? Tidak. Sama sekali tidak. Cara ini sangat praktis.
    Murah, mudah diingat, bahkan sudah menjadi gerakan refleks. Dan hasilnya, pun
    tidak mengecewakan. Sayuran kita bisa bertahan sampai dua atau tiga hari. Bahkan
    sayuran yang berupa buah dapat dijaga kesegarannya sampai satu minggu.

    Cara ini pun cukup aman dari masalah penurunan kandungan beberapa jenis
    gizinya. Paling tidak untuk beberapa jenis sayuran. Karena pada suhu rendah,
    kandungan vitamin dan mineralnya dapat dikatakan praktis utuh, oleh sebab vitamin
    dan mineral ini praktis tidak terurai. Beberapa jenis enzim pun tidak aktif, sehingga
    perubahan-perubahan enzimatisnya praktis terhenti.

    Tetapi, dengan cara ini sayuran menjadi layu, bahkan tidak jarang menjadi kering,
    sehingga bila dimasak, kesegaran khas sayurannya tidak dapat kita nikmati lagi.
    Mengapa? Ya, suhu rendah memang sangat efektif untuk menjaga sayuran ‘tampak
    segar’, dengan perubahan kandungan vitamin dan mineral yang relatif kecil. Tetapi
    pada suhu demikian cairan, termasuk cairan di dalam sel-sel sayuran, akan
    membeku. Akibatnya, sel-sel sayuran kehilangan cairan sehingga layu, atau bahkan
    kering.

    Untuk menghindari masalah ini, maka sayur-sayuran yang helaian daunnya tipis
    sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas. Ada cara lain untuk menyimpan sayursayuran
    jenis ini yang juga mudah, efektif, dan jauh lebih murah. Yaitu dengan
    menempatkan bagian pangkal sayurannya ke dalam air. Dengan cara ini
    metabolisma sayuran masih terus berlangsung, sehingga kesegaran sayurannya
    relatif lebih lama dipertahankan. Untuk menghambat metabolisma sekaligus untuk
    memperkecil penguapan, bagian sayurnya dapat dibungkus dengan plastik, dan
    sebaiknya yang berwarna hitam (plastik kresek) atau yang tidak tembus cahaya,
    agar fotosintesis sayur-sayuran ini terhambat.

    Kelemahan cara ini adalah warna hijaunya cepat pudar. Sekalipun bagian daunya
    telah kita bungkus, proses fotosintesis tidak dapat dihentikan sama sekali, sehingga
    peruraian klorofil tidak dapat dihindarkan. Walaupun demikian cara ini dapat
    menjaga kesegaran sayur beserta warna hijaunya, untuk paling tidak selama dua
    sampai tiga hari, atau lebih kurang sebanding dengan jangka waktu simpan kulkas –
    yang notabenne mengakibatkan penurunan kesegaran sayurannya sendiri. Untuk
    sayur-sayuran yang tidak berwarna hijau, seperti kobis, kobis bunga, dan beberapa jenis sawi dapat disimpan lebih lama, bahkan dapat sampai satu minggu, tanpa
    perbedaan kesegaran yang berarti. Selamat mencoba.