Tag: gizi

  • Manfaat Daging Tiruan (Bahan Nabati)

    Manfaat Daging Tiruan (Bahan Nabati)

    MANFAAT DAGING TIRUAN (BAHAN NABATI ) BAGI TUBUH
    ADA beberapa keunggulan dalam daging tiruan yang di buat dari bahan – bahan nabati dan memiliki banyak keunggulan sebagi berikut.
    1. Daging tiruan jauh lebih aman karena tidak mengandung kuman dan penyakit,
    sehingga tidak masalah jika dimasak tidakterlalu lama.
    2. Daging tiruan dapat bertahan lama walaupun tidak di panaskan.
    Lain halnya dengan daging sungguhan yang cepat membusuk apabila tidak segera di masak.
    3. Daging tiruan mengandung zat gizi yang aman bagi tubuh seperti lemak tak jenuh dan asam amino
    essensial yang mencegah timbulnya penyakit jantung koroner serta rendah kolesterol.
    Di camping itu, protein essensialnya dapat menggantikan kebutuhan protein dalam tubuh dengan
    kinerja jauh lebih baikclaripacia protein hewa ni. Bahkan kacang kedelai yang dapat diolah
    menjadi daging tiruan mengandung 40% protein, sedangkan daging paling murni hanya mengandung
    20% protein.
    Perlu di ketahui bahwa pada pangan nabati tidak ada kolesterol, yang ada hanya fistoterol.
    4. Daging tiruan jauh lebih ekonomis karena bahan – bahannya dapat di peroleh dengan harga
    terjangkau ataupun tanpa dengan membelinya.
    5. Proses masaknya lebih cepat,karena daging tiruan cepat matang.
    Bandingkan saja dengan memasakgulai daging hewani yang memakan waktu berjam -jam.
    6. Jenis olahan daging tiruan lebih bervariasi.
    7. Daging tiruan bersifat halal, karena dapat dikonsumsi oleh semua masyarakat
    dari berbagai kalangan atau kelas, dan berbagai keyakinan.
    8. Daging tiruan tidak menyebabkan alergi

  • Mie Bendo

    Mie Bendo

    Mie Bendo atau mie lethek ini sebenernya pernah mati suri karena diterjang krisis tapi karena krisis pula akhirnya mencoba untuk bangkit sampai akhirnya sekarang ini. Disebut Lethek dalam bahasa Jawa yang berarti warnanya keruh mungkin dikarenakan pembuatannya alami tanpa bahan pengawet, pemutih atau zat aditif lainnya seperti anti koagulan dan zat pewarna. Bahan utamanya adalah singkong sebagian besarnya dicampur dengan gaplek yang juga berbahan dasar singkong berbeda dengan mie lainnya yang berbahan dasar tepung gandum atau bihun yang berbahan dasar tepung beras. Hmm ada mie yang berbahan dasar tepung jagung ga yah? mie lethek yang terkenal dari Bantul yang konon sangat baik kandungan gizinya sehingga baik untuk kesehatan.
    Proses pembuatannya juga sederhana dan tidak mengandalkan mesin tapi memberdayakan sumber daya yang ada di sekitarnya. Para pekerjanya juga kebanyakan udah sepuh yang juga menjadi warga di sekitar sentra sekitar 20 orang. Singkong dan gaplek diperoleh dari warga sekitar untuk kemudian dicampur untuk dibuat adonan. Biasanya dalam skala besar dipakai mesin mixer raksasa berkekuatan ribuan rpm untuk mencampurnya tapi mie lethek ini memakai gilingan batu yang hampir 1 ton yang diputar dengan kekuatan rpm dari sapi bukan rotor hehehhe. Pembuatan sederhana ini dipercaya membuat rasa mie lethek yang berbeda dan lezat bahkan katanya see Orang nomer satu di Indonesia juga menyukainya sampe-sampe liat gambar partainya nongol juga di dalam rumah produksinya hehehe numpang iklan kalee……
    Setelah diputer-puter dari pagi sampe siang adonan diambil kemudian diinjek-injek pake kaki.wuaaaa manual banget yak…tapi tenang…ternyata dikasih alas koq nginjeknya jadi hygienis prosesnya.Proses penginjekan ini juga dipercaya membuat rasa mie lethek semakin mantap. Berbeda sekali jika skala pabrik yang menggunakan alat press untuk pemadatan.Setelah padat karena diinjek tinggal dipotong-potong berbentuk segi empat untuk kemudian dimasukkan ke tungku sederhana berbahan bakar kayu. Wah bener-bener sampe tahap ini pun ngga ada yang pake listrik, coba aja kalow di skala besar pasti dah memakai tungku (furnace) atau oven besar dengan panas yang tinggi dari gas atau listrik yang pastinya mahal juga dapetin energi pemanasannya.
    Setelah dipanaskan beberapa jam tugas si sapi lagi buat aduk-aduk lagi biar adonannya semakin kalis baru kemudian dimasukkan ke mesin pembuat mie-nya dan sekali lagee nee mesinnya manual pake operator ngga otomatisasi pake kontroler. Mie yang udah jadi kemudian dilipat-lipat kemudian diletakkan diatas tampah untuk kemudian dijemur secara manual juga dengan bantuan sinar matahari, kebetulan juga nee dah musim kemarau pasti sangat membantu untuk proses pengeringannya. Dengan jumlah produksi 2 ton per harinya sangat menghemat sekali untuk proses drying .
    Mie Lethek atau mie bendo ini diberi merk Garuda, mempunyai daya jual karena rasanya yang berbeda dan teksturnya yang lembut, bebas bahan kimia sehingga sehat,proses pembuatan yang hygienis serta bersertifikat halal dari MUI. Harganya cukup murah , 8000 rupiah per kilonya. Kandungan gizi mie lethek ini pun juga tak kalah kerennya, karena memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga sesuai untuk diet karbo,penderita diabetes maupun pecinta kuliner sehat. Selamat mencoba berkreasi dengan mie lethek Bantul

  • Resep Tempe, Makanan Populer Dan Bergizi Tinggi

    Bahwa tempe merupakan makanan tradisional yang sangat populer di Indonesia,
    terutama di kalangan masyarakat Jawa, sudah banyak yang tahu. Tetapi bahwa
    makanan itu sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Agung, tahun 1600-an,
    barangkali baru sedikit orang yang menyadarinya. Di balik kenyataan itu, nyatalah
    bahwa budaya berolah pangan dari nenek moyang kita telah relatif tinggi.

    Tempe adalah salah satu produk fermentasi. Bahan bakunya umumnya kedelai.
    Namun selain itu, dikenal juga bahan-bahan baku lainnya, seperti ampas kacang
    untuk membuat tempe bungkil, ampas kelapa untuk membuat tempe bongkrek,
    ampas tahu untuk membuat tempe gembus, dan biji benguk untuk membuat tempe
    benguk. Namun di antara semua jenis bahan itu, tampaknya, tempe kedelai lah
    yang paling digemari konsumen. Maklumlah, dari segi gizi, tempe kedelai memang
    paling top.

    Fermentasi pada tempe dapat menghilangkan bau langu dari kedelai yang
    disebabkan oleh aktivitas dari enzim lipoksigenase. Jamur yang berperanan dalam
    proses fermentasi tersebut adalah Rhizopus oligosporus. Beberapa sifat penting dari
    Rhizopus oligosporus antara lain meliputi: aktivitas enzimatiknya, kemampuan
    menghasilkan antibiotika, biosintesa vitamin-vitamin B, kebutuhannya akan senyawa
    sumber karbon dan nitrogen, perkecambahan spora, dan penertisi miselia jamur
    tempe ke dalam jaringan biji kedelai (Kasmidjo, 1990).

    Secara kuntitatif, nilai gizi tempe sedikit lebih rendah daripada nilai gizi kedelai (lihat
    tabel). Namun secara kualitatif nilai gizi tempe lebih tinggi karena tempe mempunyai
    nilai cerna yang lebih baik. Hal ini disebabkan kadar protein yang larut dalam air
    akan meningkat akibat aktivitas enzim proteolitik. Studi tentang nilai gizi tempe
    dengan menggunakan sukarelawan telah banyak dilakukan, misalnya dengan
    memperkenalkan makanan campuran tempe, beras dan ketela untuk meningkatkan
    status gizi anak-anak balita yang menderita malnutrisi. Selain itu makanan
    campuran yang mengandung tempe memiliki potensi sebagai terapi medis bagi
    penderita diare kronis (Sumantri dan Sudigbia, 1985).

    Tabel 1. Kandungan Zat Gizi Kedelai dan Tempe

    Sumber: Komposisi Zat Gizi Pangan Indonesia Depkes RI Dir. Bin.Gizi Masyarakat
    dan Puslitbang Gizi 1991

    Melihat manfaat yang cukup besar dalam menunjang kesehatan, nampaknya kita
    perlu menghadirkan tempe dalam menu kita sehari-hari, selain kandungan gizinya
    baik (protein nabatinya tinggi) harganyapun juga terjangkau.

    Salah satu prosedur pembuatan tempe dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi
    selama pembuatan tempe dapat dilihat rangkumannya pada tabel 2.

    Tabel 2: Prosedur dan Kemungkinan yang Dapat Terjadi Selama Pembuatan Tempe
    Sumber: Kasmidjo, 1990. Tempe, Mikrobiologi dan Biokimia Pengolahan Serta
    Pemanfaatannya.