Tag: kalium

  • Resep Jus Ace

    Resep Jus Ace

    BAHAN:
    150 g stroberi
    100 g semangka, potongpotong
    100 g pepaya, potong-potong
    20 g taoge
    100 ml air dingin
    es batu
    CARA MEMBUAT JUS ACE:
    1. Cuci bersih stroberi. Lalu, buang daunnya. Potong-potong.
    2. Masukkan ke dalam blender bersama bahan-bahan lainnya. Haluskan.
    3. Sajikan segera

    Untuk: 2 gelas

    INFO TIP SEHAT:
    Jus ini kaya akan vitamin A, C, dan E, Berta mineral kalium dan seng (Zn).

    Fakta Gizi Per Porsi
    Kalori 60 kal
    Protein 1,4 g
    Lemak 0,2 g
    Karbohidrat 14,5 g
    Kolesterol – mg
    Serat 2,2 g

  • Resep Jus Merah Jingga

    Resep Jus Merah Jingga

    BAHAN:
    100 gr wortel
    150 gr pepaya
    100 ml perasan air jeruk manis
    2 potong es batu
    CARA MEMBUAT JUS MERAH JINGGA:
    1. Potong-potong wortel dan pepaya. Masukkan potongan wortel, pepaya dan air perasan jeruk manis ke dalam juice ekstraktor/ mesin juice. Proses dan tamping sarinya.
    2. Siapkan gelas saji. Tuang sari jus ke dalam gelas. Tambahkan potongan es batu. Sajikan.

    Untuk 2 porsi

    INFO GIZI:
    Pepaya ( carica papaya linn ) mengandung kalium dan magnesium tinggi. Buah ini juga kaya akan karoten, vitamin C, dan flavonoid, sehingga dapat berfungsi sebagai karsinogen atau zat anti kanker. Papaya mengandung enzim papain, Berfungsi mencegah serat makanan sisa, sehingga mempermudah balita untuk buang air besar.

  • Caisin (Sawi Hijau)

    Caisin (Sawi Hijau)

    Sawi hijau (Brassica rapa convar. parachinensis; suku sawi-sawian atau Brassicaceae)
    Merupakan jenis sayuran yang cukup populer.
    Dikenal pula sebagai caisim, caisin, atau sawi bakso, sayuran ini mudah dibudidayakan
    dan dapat dimakan segar (biasanya dilayukan dengan air panas) atau diolah menjadi asinan (kurang umum).
    • Jenis sayuran ini mudah tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi.
    Bila ditanam pada suhu sejuk tumbuhan ini akan cepat berbunga. Karena biasanya dipanen seluruh bagian tubuhnya
    (kecuali akarnya), sifat ini kurang disukai.
    • Pemuliaan sawi ditujukan salah satunya untuk mengurangi kepekaan akan suhu ini.
    Herba semusim yang mudah tumbuh.Perkecambahannya epigeal. Sewaktu muda tumbuh lemah,
    tetapi setelah daun ketiga dan seterusnya akan membentuk setengah roset dengan batang yang cukup tebal,
    namun tidak berkayu.
    Daun elips, dengan bagian ujung biasanya tumpul. Warnanya hijau segar, biasanya tidak berbulu.
    • Menjelang berbunga sifat rosetnya agak menghilang, menampakkan batangnya.
    Bunganya kecil, tersusun majemuk berkarang.
    Mahkota bunganya berwarna kuning, berjumlah 4 (khas Brassicaceae). Benang sarinya 6, mengelilingi satu putik.
    Buahnya menyerupai polong tetapi memiliki dua daun buah dan disebut siliqua.
    • Karena mudah tumbuh dan responsif terhadap perubahan lingkungan, sawi hijau sering dimanfaatkan
    sebagai tumbuhan percobaan untuk pemupukan, kesuburan tanaman, gangguan karena kurangan hara,
    serta bioremediasi.
    • Manfaat Sawi Hijau, diketahui banyak mengandung serat, vitamin A, vitamin B, vitamin B2, vitamin B6,
    vitamin C, kalium, fosfor, tembaga, magnesium, zat besi, dan protein. Dengan kandungannya tersebut,
    Sawi Hijau berkhasiat untuk mencegah kanker, hipertensi, dan penyakit jantung;
    membantu kesehatan sistem pencernaan; mencegah dan mengobati penyakit pelagra;
    serta menghindarkan ibu hamil dari anemia.

  • Resep Coco-Softdrink: Minuman Kesehatan Dari Air Kelapa

    Di tengah semakin meningkatnya konsumsi berbagai ragam minuman ringan
    berlabel “minuman kesehatan” oleh masyarakat, terbuka satu peluang untuk
    memproduksi minuman kesehatan yang alamiah dari air kelapa. Minuman yang
    dikenal sebagai coco-softdrink ini mempunyai khasiat menyembuhkan kesulitan
    buang air kecil (urinaruy disorders). Perintis industri minuman ringan alamiah ini
    adalah sebuah perusahaan di Filipina, yang memang dikenal sebagai salah satu
    negara industri kelapa utama di dunia (Food Marketing & Technology, Dec. 1992).

    Produksi coco-softdrink ini membuka peluang pemanfaatan limbah air kelapa (tua)
    yang selama ini banyak terbuang. Di Indonesia, pemanfaatan limbah air kelapa
    masih amat terbatas, yang paling menonjol hanyalah sebagai bahan baku nata de
    coco atau “Sari Kelapa”. Meskipun sebenarnya air kelapa dapat diproses lebih lanjut
    untuk menghasilkan asam cuka (vinegar), alkohol, minuman anggur, dan cairan
    infus.

    Air kelapa yang berasal dari buah kelapa yang berumur lebih dari 7 bulan biasanya
    memiliki rasa yang istimewa. Rasa manisnya cukup dan didukung oleh flavor kelapa
    yang khas. Selain itu air kelapa ini mengandung berbagi zat makanan (nutrient) yang
    penting, antara lain: nitrogen, phosphor, kalium, magnesium, chlor, gula, asam
    askorbat, lemak, karbohidrat dan mineral lain.

    Pengembangan softdrink air kelapa ini didorong oleh kegemaran masyarakat
    terhadap air kelapa muda sebagai penghilang dahaga. Namun, berbeda dengan air
    kelapa muda, yang tua sudah kehilangan rasa manis – dan seringkali berasa asin,
    meskipun flavor kelapanya masih cukup kuat. Di sinilah letak tantangannya,
    bagaimana memperbaiki citarasa air kelapa tua untuk menyamai citarasa yang
    muda.

    Untuk mencapai cita rasa yang diharapkan, ternyata yang harus dilakukan tidak
    hanya penambahan gula, melainkan juga harus dilakukan “pengaturan” derajad
    keasaman (pH) sebesar 4,2 dan total padatan terlarut sebesar 10-12%, serta
    kandungan natrium sitrat sebesar 0.1 -0.15%. Proses pengolahan untuk mencapai
    kondisi di atas dilakukan dalam beberapa tahapan. Yang pertama air kelapa segar
    disaring dan kemudian dipasteurisasi. Selanjutnya dilakukan penyesuaian total
    padatan terlarut dan pH dengan penambahan gula dan asam – serta bahan
    pengawet. Larutan ini kemudian disentrifugasi (dipusingkan) dan dipasteurisasi
    sekali lagi. Akhirnya produk tersebut dapat dikemas dalam karton atau botol. Produk
    ini juga dapat dikarbonasi (gas CO2).

    Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan kotoran yang tercampur dalam air
    kelapa, misalnya serpihan sabut kelapa, rambut pekerja dll. Pateurisasi akan mematikan jasad renik yang dapat melakukan fermentasi dan menggumpalkan
    beberapa senyawa yang ada di dalam air kelapa. Akhirnya, sentrifugasi diperlukan
    untuk menjernihkan cairan ini. Jika pasteurisasi dilakukan dengan baik maka produk
    ini akan dapat bertahan selama 6 bulan atau lebih dalam penyimpanan suhu kamar
    (28-32oC). Berdasarkan survei di Filipina, produk coco-softdrink disukai oleh
    konsumen – terutama yang dikarbonasi.