Tag: swalayan

  • Resep Tart Susu

    Resep Tart Susu

    BAHAN :
    Untuk kulit pai:
    • 300 gram tepung terigu
    • 150 gram mentega beku, potong kecil-kecil
    • 1 butir telur
    • 50 gram gula halus
    • 1 sdm custard powder
    Untuk adonan isi:
    3 butir telur, kocok sebentar
    100 gram gula pasir atau sesuai selera
    200 ml santan
    200 ml susu cair
    garam secukupnya
    1 sdm tepung maizena
    1 sdm custard powder
    CARA MEMBUAT TART SUSU :
    1. Buat kulit pai:
    Campur tepung terigu, mentega, telur, gula, dan custard powder.
    Aduk perlahan hingga tercampur rata. Masukkan ke dalam cetakan
    pai kecil-kecil.Tusuk-tusuk permukaannya dengan garpu, panggang
    selama ± 10 menit, angkat, lalu sisihkan.
    2. Buat adonan isi: campur telur, gula, santan, susu, garam, tepung
    maizena, dan custard powder. Aduk hingga rata dan gula larut, saring.
    3. Isi kulit pai dengan adonan isi, panggang dalam oven dengan panas
    sedang (210°C) selama ± 30 menit hingga matang.

    Catatan:
    Custard powder sejenis tepung berwarna kekuningan tersedia di pasar
    swalayan, biasanya dijual dalam kemasan kaleng.

    Untuk: ± 8 porsi

  • Resep Cumi Ala Koki

    Resep Cumi Ala Koki

    MEMASAK cumi kini cukup mudah, karena di pasar maupun swalayan
    cumi mudah diperoleh. Anak-anak menyukainya, lebih-lebih bila kita pintar
    memasaknya. Banyak yang gagal menghidangkan masakan cumi karena
    tak mengetahui rahasia memasaknya. Di sini kami sajikan resep memasak
    cumi secara sederhana, namun hasilnya, amboii sedapnya.
    Bahan yang diperlukan :
    4-6 cumi ukuran sedang
    1/4 cangkir minyak
    1 buah bawang bombay
    2 slung bawang putih ditumbuk
    1/4 cangkir beras berbiji panjang
    2 buah tomat, kupas dan potong-potong
    1/4 daun seledri segar diiris halus
    garam dan lada hitam secukupnya
    Cara pembuatan cumi ala koki :
    1. Cara membersihkan cumi: tarik isi perut dan tinta dari badan cumi.
    Bersihkan hati-hati badan cumi. Letakkan garam di tangan Anda untuk
    mempermudah pekerjaan. Tarik dan buang kulit bagian luar. Bilas
    sekali lagi dan keringkan dengan tisu. Tiriskan dan keringkan.
    2. Cara membuat isi: panaskan minyak dalam sebuah penggorengan
    besar. Masukkan bawang bombay dan bawang putih lalu goreng
    sampai bawang jadi lembut, tetapi jangan sampai coklat. Masukkan
    kaki cumi bila Anda suka, beras, tomat, daun seledri, garam dan merica.
    Aduk hingga campur.
    3. Panaskan oven sampai kira-kira 180 derajat celcius. Isi tiga per empat
    cumi dengan isian, sisakan ruang untuk beras agar cumi bisa menggembung.
    Rapatkan ujung yang terbuka dengan jarum atau benang
    katun, atau tusuk gigi.
    4. Panaskan minyak dalam penggorengan. Goreng cumi di atas api
    panas selama 2-3 menit. Pindahkan ke pirex lalu tutup dan masak
    selama satu seperempat jam.
    5. Angkat cumi yang sudah matang dan jaga agar tetap hangat. Simpan
    cairan hasil masakan yang keluar.
    6. Masukkan cairan tadi ke dalam sebuah panci kecil; didihkan dan terus
    didihkan selama 10 menit atau sampai kuahnya menyusut hingga
    setengahnya. Hidangkan cumi bersama saus tomat. Dan siap-siaplah
    untuk mendapatkan pujian dari suami tercinta.

    Tidak perlu banyak komentar, hidangan Cumi ala Koki ini sungguh mendebarkan.
    Masakan ini akan membuatAnda lebih dikagumi dan lebih dicintai oleh suami Anda. Percayalah.

  • Resep Keputusan Konsumen

    Setiap kali memasuki pasar, baik pasar tradisional maupun pasar swalayan, kita
    sebagai konsumen pasti akan dihadapkan pada persoalan yang sama yaitu
    menentukan pilihan bahan pangan yang akan dibeli. Meskipun kita sudah menyiakan
    daftar belanjaan dari rumah, namun sesampainya di tempat pembelanjaan kita masih
    harus menentukan pilihan.

    Begitu juga saat kita harus membeli buah dan sayur. Misalnya, kita “sudah
    membulatkan tekad” untuk membeli jeruk atau apel, namun di depan rak (pasar
    swalayan) atau meja “dasaran “ (pasar tradisional) banyak macam buah yang
    didasarkan. Karena sesuatu hal barangkali kita masih harus menentukan
    pilihan,meski telah membawa daftar belanjaan.

    Atau tidak jarang kita harus menimbang-nimbang buah yang akan dibeli tadi satupersatu
    sebelum memasukkan dalam kantung belanjaan. Dan uniknya kejadian ini
    kejadian ini masih terjadi di negara-negara yang lebih maju, yang notabene
    pembakuan mutu bahan pangan (grading) sudah baik. Jadi pengelompokan mutu
    buah ke dalam kelas atau grade tertentu tidak otomatis menghilangkan
    kecenderungan melakukan seleksi. Rupanya memilih ketika berbelanja adalah suatu
    perilaku naluriah manusia yang sulit dihilangkan.

    Terlepas dari faktor harga, keputusan konsumen untuk memilih buah dari tumpukan
    sejenis dalam kotak “dasaran” semata-mata ditentukan oleh daya tarik visualnya
    (vissual appeal). Menurut sebuah hasil penelitian di Amerika Serikat pada tahun
    1989, 94% responden menyatakan tolok ukur pemilihan buah dan sayur adalah
    kenampakan luarnya, seperti: ukuran,bentuk,warna,mengkilat tidaknya (gloss), dan
    ketidakcacatan (absence of defects).

    Selain itu, terbukti pula pembelanja buah dan sayur umumnya melakukan proses
    pengambilan keputusan secara langsung ketika mereka berhadapan dengan rak
    atau meja “dasaran” di dalam pasar dan bukan hasil perencanaan sebelumnya.
    Itulah sebabnya kampanye buah dan sayur “bebas pestisida” banyak menjumpai
    kegagalan.

    Bukan saja karena harganya jauh lebih mahal, melainkan juga karena
    kecenderungan konsumen yang lebih mengutamakan “kulit” daripada “isi”. Mereka
    belum rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk buah dan sayur organik yang
    kenampakan luarnya tak berbeda dari buah dan sayur “biasa”.