Tag: buah

  • Resep Punch Buah

    Resep Punch Buah

    Bahan:
    1,5 liter minuman soda manis
    50 ml sirup oranye
    50 ml sirup merah
    1 kaleng (375 gram) fruit cocktail
    2 buah jeruk nipis, peras airnya
    es batu secukupnya
    Cara membuat:
    1. Campur soda manis dengan sirup oranye dan sirup merah, aduk rata.
    2. Masukkan fruit cocktail dan air jeruk nipis, aduk.
    3. Tuangkan ke dalam gelas saji, beri es batu. Sajikan segera selagi dingin.

    Untuk: 8 gelas

  • Resep Es Jambu Nenas

    Resep Es Jambu Nenas

    Bahan:
    6 buah jambu batu ukuran sedang
    1 buah nenas, potong sesuai selera
    500 ml air jeruk manis
    150 gram gula pasir
    5 cm kayu manis, cuci bersih
    5 butir cengkih
    Cara membuat:
    1. Cuci bersih jambu batu, buang bijinya, potong memanjang.
    2. Didihkan air jeruk manis dengan kayu manis, cengkih, dan gula pasir.
    3. Setelah mendidih, masukkan potongan jambu biji dan nenas, masak sebentar hingga
    jambu agak layu dan meresap, angkat dan dinginkan. Simpan dalam lemari pendingin.
    4. Sajikan dingin.

    Untuk: 8 orang

  • Resep Keputusan Konsumen

    Setiap kali memasuki pasar, baik pasar tradisional maupun pasar swalayan, kita
    sebagai konsumen pasti akan dihadapkan pada persoalan yang sama yaitu
    menentukan pilihan bahan pangan yang akan dibeli. Meskipun kita sudah menyiakan
    daftar belanjaan dari rumah, namun sesampainya di tempat pembelanjaan kita masih
    harus menentukan pilihan.

    Begitu juga saat kita harus membeli buah dan sayur. Misalnya, kita “sudah
    membulatkan tekad” untuk membeli jeruk atau apel, namun di depan rak (pasar
    swalayan) atau meja “dasaran “ (pasar tradisional) banyak macam buah yang
    didasarkan. Karena sesuatu hal barangkali kita masih harus menentukan
    pilihan,meski telah membawa daftar belanjaan.

    Atau tidak jarang kita harus menimbang-nimbang buah yang akan dibeli tadi satupersatu
    sebelum memasukkan dalam kantung belanjaan. Dan uniknya kejadian ini
    kejadian ini masih terjadi di negara-negara yang lebih maju, yang notabene
    pembakuan mutu bahan pangan (grading) sudah baik. Jadi pengelompokan mutu
    buah ke dalam kelas atau grade tertentu tidak otomatis menghilangkan
    kecenderungan melakukan seleksi. Rupanya memilih ketika berbelanja adalah suatu
    perilaku naluriah manusia yang sulit dihilangkan.

    Terlepas dari faktor harga, keputusan konsumen untuk memilih buah dari tumpukan
    sejenis dalam kotak “dasaran” semata-mata ditentukan oleh daya tarik visualnya
    (vissual appeal). Menurut sebuah hasil penelitian di Amerika Serikat pada tahun
    1989, 94% responden menyatakan tolok ukur pemilihan buah dan sayur adalah
    kenampakan luarnya, seperti: ukuran,bentuk,warna,mengkilat tidaknya (gloss), dan
    ketidakcacatan (absence of defects).

    Selain itu, terbukti pula pembelanja buah dan sayur umumnya melakukan proses
    pengambilan keputusan secara langsung ketika mereka berhadapan dengan rak
    atau meja “dasaran” di dalam pasar dan bukan hasil perencanaan sebelumnya.
    Itulah sebabnya kampanye buah dan sayur “bebas pestisida” banyak menjumpai
    kegagalan.

    Bukan saja karena harganya jauh lebih mahal, melainkan juga karena
    kecenderungan konsumen yang lebih mengutamakan “kulit” daripada “isi”. Mereka
    belum rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk buah dan sayur organik yang
    kenampakan luarnya tak berbeda dari buah dan sayur “biasa”.