Tag: Masakan tradisional

  • Resep Nasi Gurih

    Resep Nasi Gurih

    BAHAN:
    600 gram beras, cuci bersih
    800 ml santan dari 1/2 butir kelapa
    4 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
    2 lembar daun salam
    2 lembar daun jeruk
    2 sdt garam
    CARA MEMBUAT NASI GURIH:
    1. Rebus santan, serai, daun salam, daun jeruk dan garam hingga mendidih.
    2. Masukkan beras, aduk-aduk.
    3. Masak hingga santan terserap. Angkat.
    4. Kukus 35 menit atau hingga matang. Angkat.
    5. Sajikan nasi gurih dengan taburan bawang merah goreng.

    Untuk + 8 porsi

  • Resep Gudeg Yogya

    Resep Gudeg Yogya

    BAHAN :
    Nangka muda
    Telur
    Ayam sedang separo
    ½ buah kelapa
    3 lembar daun jati
    BUMBU :
    3 buah bawang merah
    4 siung bawang putih
    1 sdt ketumbar
    6 buah kemiri
    2 potong laos
    ¼ sdt terasi
    3 lembar daun salam
    1 sdm garam
    2 sdm gula merah
    Vitsin
    CARA MEMASAK GUDEG YOGYA :
    • Rebuslah telur dan parutlah kelapa. Nangka muda dipotong-potong agak kasar, setelah dicuci lebih dahulu. Rebuslah potongan nangka muda dengan daun jati (agar berwarna await) hingga lunak. Tiriskan lalu memarkan. Haluskan bumbu-bumbu kecuali daun salam dan laos, masukkan ke dalam panci bersama santan, potongan ikan ayam dan nangka muda yang telah dimemar. Tambahkan daun salam dan laos, rebus terus hingga santannya habis. Terakhir, masukkan telur rebus yang telah dikupas, ditambah santan kental dan rebuslah hingga santan habis.

    Gudeg Kaleng

  • Resep Filosofi Tumpeng

    Resep Filosofi Tumpeng

    TUMPENG
    HIDANGAN SEREMONIAL YANG SARAT MAKNA
    Tumpeng amat erat hubungannya dengan kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Hampir dalam setiap upacara yang sifatnya kebahagiaan maupun kesedihan, tumpeng selalu hadir.
    Kehadiran nasi yang ditumpuk berbentuk kerucut ini umumnya diikuti aneka hidangan yang sarat akan perlambang,makna, dan harapan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, lauk pauk tersebut mulai dimodifikasi. Beberapa hidangan mulai diganti atau dihilangkan. Toh, beberapa syaratnya masih dipenuhi, terutama yang ada perlambangnya. Nah , mari kita lihat hal ihwal tumpeng lebih dalam lagi.

    • Tumpeng adalah tumpukan nasi yang berbentuk kerucut, menjulang ke atas. Bentuk ini menyimpan harapan agar kehidupan kita pun semakin naik dan tinggi. Karena itulah bentuk kerucut tetap harus dipertahankan dan tidajk diubah dalam bentuk lain sekalipun mungkin menjadi indah dipandang dalam bentuk baru.
    • Awalnya tumpeng selalu hadir dalam warna putih. Tetapi untuk keindahan, orang mulai memberi warna kuning pada tumpeng. Seiring dengan itu, tumpeng kuning pun mendapat tempat dalam upacara-upacara khusus. Padahal dulunya kalaupun nasi kuning harus hadir dalam sebuah upacara, tidak pernah dibuat tumpeng.
    • Nasi berbentuk kerucut ini kemudian ditata dalam wadah berala daun yang dihias cantik. Di sekeliling nasi ditaruh aneka lauk yang jenisnya sebetulnya sudah tertentu. Tetapi sekarang tidak semua lauk-pauk lengkap hadir. Kalaupun lengkap, hanya bahan utamanya saja yang ada, masakannya telah disesuaikan dengan selera si penyelenggara upacara.
    Misalnya ikan lele sudah diganti jenis ikan lain, seperti bandeng isi. Meskipun begitu, ada baiknya setiap kali menyediakan tumpeng, Anda tidak menghilangkan bahan-bahan bermakna. Bukankah tumpeng hadir bukan sekadar suguhan masakan, tetapi seremonial sifatnya.
    • Berikut adalah masakan/bahan masakan yang sebaiknya ada dalam tumpeng karena bergitu bermakna.
    AYAM
    Ayam biasanya merupakan korban yang mewakili hewan darat. Biasanya dalam tumpeng kuning, ayam dibuat ayam goreng kuning. Sementara dalam tumpeng putih, dibuat ayam ingkung (ayam utuh yang dibakar). Kini ayam bisa dibuat lebih bervariasi.
    Misalnya, ayam gorengnya bisa diganti ayam isi, rolade ayam, atau rending ayam. Bisa juga hanya hati ayamnya yang diambil lantas dibuat sambal goreng hati. Kadang hewan darat tidak diambil dari ayam, tetapi sapi, Misalnya dibuat sambal goreng kreni.
    IKAN
    Ikan sudah dipastikan mewakili hewan air. Sebetulnya yang harus menyertai tumpeng adalah ikan lele, karena hewan ini melambangkan kerendahan hati sesuai dengan kebiasaan hidup ikan lele yang selalu berenang di dasar sungai. Kebiasaan hidup lele juga diharapkan akan diterapkan dalam kehidupan karier kita, yakni agar tidak sungkan meniti karier dari bawah.
    Ikan lele sering kali diganti orang dengan jenis ikan lainnya. Misalnya bandeng.
    Melalui hidangan ini orang berharap rejekinya selalu bertambah seperti ikan bandeng yang jumlahnyatak terbatas itu.
    IKAN TERI/PETEK
    Kadang hewan air hanya diwakili oleh ikan teri dalam bentuk rempeyek atu ikan petek yang digoreng dalam balutan tepung. Keduanya melambangkan kerukunan. Ingatlah jenis ikan ini yang hidupnya selalu bergerombol.
    TELUR
    Telur biasanya dibuat dadar atau pindang. Sebetulnya telur dalam tumpeng harus hadir utuh bersama kulitnya, Karen akulit telur, putih telur, dan kuning telur melambangkan tindakan yang harus kita lakukan dalam kehidupan, yakni menyusun rencana dengan baik, bekerja sesuai rencana da mengevaluasi hasilnya demi kesempurnaan. Namun demi kepraktisan kalaupun telur hadir utuh (bukan didadar), selalu sudah terkupas dan dipotong dua.
    URAP
    Urap sayuran mewakili tumbuhan darat. Jenis sayurannya tidak dipilih begitu saja karena tiap sayur juga mengandung perlambang tertentu. Sayuran yang harus ada adalah :
    KANGKUNG
    Sayur ini bisa tumbuh di air dan di darat. Begitu juga yang diharapkan pada manusia yang harus sanggup hidup di mana saja dan dalam kondisi apapun.
    BAYAM
    Sayur ini melambangkan kehidupan yang ayem tenterem, aman dan damai.
    TAOGE
    Di dalam sayur kecil ini, terkandung makna kreativitas tinggi. Hanya seseorang yang kreatifitasnya tinggi bisa berhasil dalam hidupnya.
    KACANG PANJANG
    Kacang panjang harus hadir utuh, tanpa dipotong. Maksudnya agar manusiapun selalu berpikir panjang sebelum bertindak. Selain sebagai pelambang umur panjang, kacang panjang utuh umumnya tidak dibuat hidangan, tetapi hadir sebagai hiasan yang mengelilingi tumpeng atau ditempelkan pada badan kerucut.
    KLUWIH/TIMBUL
    Biasanya dibuat semacam lodeh. Harapannya agar rezeki kita selalu berlebih. Juga kepandaian, dan perilaku kita. Lambang lainnya adalah kita bisa timbul dimana-mana, lebih tinggi dari orang lainnya.
    Kluwih sudah mulai ditinggalkan orang, konon maknanya sudah termaktub dalam sayuran dan hidangan lain.
    LAUK LAIN
    Karena tumpeng yang bermakna tadi biasanya juga untuk disuguhkan, maka lauk-lauk di atas masih dilengkapi dengan hidangan lain. Misalnya perkedel, tahu dan tempe bacem, dan keringan (seperti kering tempe, kering kacang, atau kering dendeng).
    Urapan pun dibuat lebih komplet. Tentu saja penambahan ini sah-sah saja. Yang penting perlambang di atas sudah dipenuhi.

  • Resep Singgang Ayam

    Resep Singgang Ayam

    BAHAN :
    1 ekor (-/+ 750 gram) ayam kampung
    3 sdm minyak goreng, untuk menumis
    2 batang serai, memarkan
    1 sdt gula pasir
    2 sdt garam
    750 ml santan, dari 1 butir kelapa
    1 sdm asam jawa, larutkan dengan
    50 ml air panas
    BUMBU HALUYS
    4 butir kemiri
    2 cm lengkuas
    1 cm jahe
    2 cm kunyit tua
    5 buah cabal merah
    6 butir bawang merah
    4 slung bawang putih
    CARA MEMASAK SINGGANG AYAM:
    1. Cuci bersih ayam, belah memanjang pada bagian dada sambil ditekan agar terbuka (bekakak), sisihkan.
    2. Panaskan minyak goreng dalam wajan, tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan serai, gula, dan garam.
    Masukkan santan dan air asam, aduk-aduk, masak hingga mendidih
    3. Masukkan ayam, masak di atas api sedang, aduk-aduk agar bumbu merata. Masak hingga kuah mengental dan berminyak, angkat.
    4. Panggang ayam di atas bara api atau 1-1-dalam oven, olesi tiap sisinya dengan bumbu agar ayam tidak kering.
    Setelah berwarna kecokelatan, angkat.
    ——————————————
    Waktu Memasak: -/+ 60 menit
    Tingkat kesulitan : mudah
    Untuk : 4 – 6 orang

  • Resep Ayam Ingkung

    Resep Ayam Ingkung

    BAHAN :
    1 ekor (-/+ 750 g) ayam kampung
    2 sdm minyak goreng
    3 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
    2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
    750 ml santan, dari 1 butir kelapa
    1 sdm gula merah
    1/2 sdt garam
    Bumbu halus :
    8 butir bawang merah
    5 siung bawang putih
    5 butir kemiri sangrai
    1/2 sdt merica
    1 cm jahe
    CARA MEMBUAT :
    1. Cuci bersih ayam, hilangkan bagian kakinya. Ikat kepala ayam menggunakan
    tali bambu, tusukkan ujung-ujung tali bamboo ke dalam badan ayam agar kepalanya bisa tegak.
    2. Panaskan minyak goreng dalam wajan, tumis bumbu halus sampai harum,
    masukkan daun jeruk dan serai, aduk sampai bau mentahnya hilang.
    3. Masukkan ayam, aduk sampai berubah warna dan tercampur dengan bumbu.
    Tuangi santan, masukkan gula dan garam. Masak dengan panci tertutup, balik-balikkan ayam agar bumbu merata,
    biarkan hingga airnya tinggal sedikit, angkat.
    4. Panggang ayam di atas bara api sambil diolesi sisa bumbu sampai kecokelatan.
    Atau taruh dalam pinggan tahan panas yang dialasi aluminium foil, lalu panggang dalam oven selama 25 menit.

    Waktu Memasak : -/+ 60 menit
    Tingkat Kesulitan : Mudah
    Untuk : 4 – 6 orang