Tag: vitamin C

  • Resep Jus Isi Bola-Bola Buah

    BAHAN:
    400 gr jeruk sunkist / jeruk manis
    60 gr semangka cetak bulat dengan sendok moule
    2 potong es batu
    CARA MEMBUAT JUS ISI BOLA-BOLA BUAH:
    – Kupas jeruk kemudian potong -potong daging buahnya. Masukkan potongan buah jeruk ke dalam juice extraktor, proses dan tampung sarinya sisihkan.
    – Siapkan gelas saji. Tuang sari perasan jeruk manis ke dalam gelas, tambahkan bola-bola semangka , dan melon. Sesaat belum di sajikan, tambahkan potongan es batu. Sajikan.

    Untuk 2 porsi

    INFO GIZI:
    Jeruk manis ( citrus aurantium) mengandung vitamin C yang tinggi, berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan dari serangan penyakit akibat virus. Vitamin C juga meningkatkan daya tahan tubuh. Di dalam 100gr jeruk manis mengandung energi 51 kkal, protein 0,9 gr, lemak 0,2 gr, karbohidrat 11,4 gram kalsium 33 mg, fosfor 23 mg, zat besi 0 gr 4 mg, kalsium 33 mg, fosfor 23 mg, besi 0 gr 4 mg, retinol 57 mcg, dan asa askorbat 49 mg. jeruk juga kaya serat da dapat memperlancar pencernaan

  • Resep Jus Merah Jingga

    Resep Jus Merah Jingga

    BAHAN:
    100 gr wortel
    150 gr pepaya
    100 ml perasan air jeruk manis
    2 potong es batu
    CARA MEMBUAT JUS MERAH JINGGA:
    1. Potong-potong wortel dan pepaya. Masukkan potongan wortel, pepaya dan air perasan jeruk manis ke dalam juice ekstraktor/ mesin juice. Proses dan tamping sarinya.
    2. Siapkan gelas saji. Tuang sari jus ke dalam gelas. Tambahkan potongan es batu. Sajikan.

    Untuk 2 porsi

    INFO GIZI:
    Pepaya ( carica papaya linn ) mengandung kalium dan magnesium tinggi. Buah ini juga kaya akan karoten, vitamin C, dan flavonoid, sehingga dapat berfungsi sebagai karsinogen atau zat anti kanker. Papaya mengandung enzim papain, Berfungsi mencegah serat makanan sisa, sehingga mempermudah balita untuk buang air besar.

  • Keripik Kentang (5)

    Keripik Kentang (5)

    • Tanaman kentang merupakan salah satu tanaman pendukung program
    diversifikasi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Sebagai bahan makanan, kandungan nutrisi umbi kentang dinilai cukup baik, yaitu mengandung asam amino esensial, mineral, dan elemen-elemen mikro, di samping juga merupakan sumber vitamin C (asam askorbat), beberapa vitamin B (tiamin, niasin, vitamin B6)dan
    mineral P. Mg, dan K (International Potato Center, 1984).
    • Kentang (solanum tuberosum L) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki
    umbi batang yang dapat dimakan yang disebut kentang juga. Secara garis besar kentang dapat
    dibedakan menjadi tiga golongan berikut:
    1. Kentang yang beruinbi kuning (kulit dan dagingnya), disebut kentang kuning
    (misalnya Eigenheimer, Patrones, Rapan 106 dan Thung 151C)
    2. Kentang yang berumbi putih (kulit dan dagingnya) disebut
    kentang putih disebut (Donatam Radosa dan Sabago)
    3. Kentang yang berumbi merah (kulitnya) dan berdaging kuning yang biasanya disebut
    kentang merah (misalnya. Desiree, Arka, dan Red Pontiac)

    Dari ketiga golongan kentang di atas, yang paling digemari adalah kentang kuning (granola).
    Hal ini karena rasanya enak, gurih, dan gempi (gembus). Kentang putih dan merah
    umumnya tidak begitu disenangi karena teksturnya agak lunak (lembek) dan sedikit berair.
    Selain kentang granola, varietas lainnya yang banyak ditanam di Indonesia adalah kentang
    Atlantis, Cipanas,dan Segunung (Sahat, 1992).
    • Keripik kentang adalah kentang yang diiris tipis dan digoreng (deep fried) atau dipanggang
    sampai kering. Keripik kentang umumnya disajikan sebagai pembangkit selera (appetaizer)
    atau makanan ringan (snack). Jenis komersial biasanya dikemas dalam kantong untuk dijual. Pengolahan keripik yang paling sederhana adalah dengan cara digoreng dan digarami,
    tapi para produsen dapat menambahkan beberapa penyedap
    (umumnya menggunakan terna atau rempah, aditif buatan atau MSG).
    • Untuk menghasilkan keripik kentang baik perlu memperhatikan
    cara memilih kentang yang berkualitas baik, cirinya:
    • Memiliki kulit luar yang halus-rata
    • Tidak ada bagian kentang yang busuk
    • Memiliki ukuran yang tidak terlalu besar ataupun sebaliknya
    • Untuk membuat keripik kentang, sebaiknya gunakan jenis kentang berumbi putih
    ——————————-
    • Agar ketebalan irisan kentang sama, gunakan raja slicer. Karena alat tersebut memiliki ukuran tebal irisan yang dapat diatur, serta alat kerja slicer akan menyingkat waktu kerja kita.
    • Natrium Metabisulfit merupakan bahan tambahan makanan yang digunakan untuk menghambat reaksi pencokalatan (browning) pada kentang serta dapat membuat
    keripik kentang yang dihasilakan lebih renyah.
    • Kemasan yang baik untuk keripik kentang adalah kemasan plastik yang dikemas secara vacum.
    • Bila keripik kentang tersimpan baik dalam wadah tertutup
    (vacuum), keripik akan bertahan hingga 2 bulan.

  • Info Sehat (Kubis)

    Info Sehat (Kubis)

    • Apa bedanya orang sehat dengan orang sakit? Bagi orang awam, jawabannya tentu beragam dan sangat
    relatif sifatnya. Tapi kalangan ilmuwan di bidang kesehatan mempunyai penanda alami yang ada di dalam tubuh manusia (disebut biomarker) yang bisa membedakan antara orang sehat dan penyakitan.
    Menurut mereka, “Lihatlah tingkat glutation-nya!”
    • Mereka yang kadar glutation-nya tinggi jarang terkena hipertensi, diabetes, jantung koroner dan infeksi saluran kemih. Glutation tersusun duri asam-asam amino dan dihasilkan dalam setiap sel tubuh. Ia berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas.
    • Yang perlu diwaspadai, konsumsi lemak tinggi merangsang kebutuhan glutation sehingga tubuh semakin beresiko mengalami glutation rendah. Jadi sebaiknya jangan banyak makan lemak, kalau ingin glutation-nya tetap tinggi.
    Selain itu tingkatkan kadar glutation dengan makan sayuran sebangsa kubis (termasuk brokoli), avokad, semangka,
    Jeruk, stroberi, kentang, tomat, wortel dan bayam, termasuk pula buah-buahan lain yang mengandung vitamin C, juga bermanfaat. *(Prof.Dr.Ir.Ali Khomsan,Intisari,Juni 2005)

  • Caisin (Sawi Hijau)

    Caisin (Sawi Hijau)

    Sawi hijau (Brassica rapa convar. parachinensis; suku sawi-sawian atau Brassicaceae)
    Merupakan jenis sayuran yang cukup populer.
    Dikenal pula sebagai caisim, caisin, atau sawi bakso, sayuran ini mudah dibudidayakan
    dan dapat dimakan segar (biasanya dilayukan dengan air panas) atau diolah menjadi asinan (kurang umum).
    • Jenis sayuran ini mudah tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi.
    Bila ditanam pada suhu sejuk tumbuhan ini akan cepat berbunga. Karena biasanya dipanen seluruh bagian tubuhnya
    (kecuali akarnya), sifat ini kurang disukai.
    • Pemuliaan sawi ditujukan salah satunya untuk mengurangi kepekaan akan suhu ini.
    Herba semusim yang mudah tumbuh.Perkecambahannya epigeal. Sewaktu muda tumbuh lemah,
    tetapi setelah daun ketiga dan seterusnya akan membentuk setengah roset dengan batang yang cukup tebal,
    namun tidak berkayu.
    Daun elips, dengan bagian ujung biasanya tumpul. Warnanya hijau segar, biasanya tidak berbulu.
    • Menjelang berbunga sifat rosetnya agak menghilang, menampakkan batangnya.
    Bunganya kecil, tersusun majemuk berkarang.
    Mahkota bunganya berwarna kuning, berjumlah 4 (khas Brassicaceae). Benang sarinya 6, mengelilingi satu putik.
    Buahnya menyerupai polong tetapi memiliki dua daun buah dan disebut siliqua.
    • Karena mudah tumbuh dan responsif terhadap perubahan lingkungan, sawi hijau sering dimanfaatkan
    sebagai tumbuhan percobaan untuk pemupukan, kesuburan tanaman, gangguan karena kurangan hara,
    serta bioremediasi.
    • Manfaat Sawi Hijau, diketahui banyak mengandung serat, vitamin A, vitamin B, vitamin B2, vitamin B6,
    vitamin C, kalium, fosfor, tembaga, magnesium, zat besi, dan protein. Dengan kandungannya tersebut,
    Sawi Hijau berkhasiat untuk mencegah kanker, hipertensi, dan penyakit jantung;
    membantu kesehatan sistem pencernaan; mencegah dan mengobati penyakit pelagra;
    serta menghindarkan ibu hamil dari anemia.

  • Resep Cocktail Mint Jeruk

    Resep Cocktail Mint Jeruk

    BAHAN :
    • 50 lembar daun mint, diremas-remas
    • 50 g gula pasir
    • 100 ml air
    • 250 ml air jeruk
    • 50 g nata de coco
    • 100 g pepaya, potong dadu 1 cm
    • es batu/es serut
    CARA MEMBUAT COCKTAIL MINT JERUK :
    1. Rebus air, gula pasir, dan daun mint sampai mendidih dengan api kecil. Dinginkan. Saring
    2. Campur dengan air jeruk manis, nata de coco, dan pepaya.
    3. Sajikan dengan es batu/es serut.
    INFO :
    Pepaya, jeruk dan daun mint adalah sumber vitamin C yang mampu menangkal radikal bebas
    sehingga membantu otak melakukan fungsinya secara optimal.
    FAKTA GIZI PERPORSI :
    Kalori : 106 kal
    Protein : 0,7 g
    Lemak : 0,1 g
    Karbohidrat : 2,6 g
    Kolesterol : –
    Serat : 0,4 g

    Untuk 4 gelas