Beberapa tahun terakhir ini banyak bermunculan supermarket yang dapat
diibaratkan bagaikan jamur di musim hujan. Kini sudah menjadi kebiasaan untuk
berbelanja ke supermarket dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Termasuk
didalamnya bahan-bahan pangan lokal sampai bahan pangan impor.

Kalau kita melihat di bagian bahan-bahan pangan, terlihat beragam kemasan yang
digunakan serta penempatan dari bahan-bahan tersebut. Ada yang dibiarkan di
tempat terbuka tanpa pendinginan, ada yang ditempatkan dengan pendinginan tanpa
pembungkus maupun dengan penmbungkus serta ada banah-bahan pangan yang
ditempatkan di tempat khusus karena bahan pangan tersebut dibekukan.

Khusus bahan pangan yang dibekukan, mengapa bahan pangan tersebut
dibekukan? Bagaimana kualitasnya? Itu semua tentunya harus menjadi pertanyaan
bagi kita semua sebelum mengkonsumsi, agar dapat memilih yang terbaik.
Dalam teknologi pangan, khususnya bidang teknologi pengawetan, freezeburn yakni
suatu perubahan citra rasa, perubahan warna, kehilangan zat gizi serta perubahan
tekstur dari bahan pangan beku akan cepat terjadi jika bahan pangan disimpan pada
suhu di atas minus 9o C. Untuk memperoleh hasil yang terbaik dari bahan pangan
yang dibekukan, suhu penyimpanan harus dijaga agar konstan dan tidak boleh lebih
tinggi dari minus 17o C, serta hrus diikuti dengan pengemasan yang baik atau
memenuhi standar pengemasan untuk bahan pangan beku. Sebenarnya pembekuan
hanya salat satu cara mengawetkan bahan pangan untuk jangka waktu tertentu,
terutama dari pengaruh mikrobia sebelum dikonsumsi.

Pengaruh langsung dari pembekuan terhadap bahan pangan adalah penurunan
yang tajam dari populasi mikrobia yang ada pada suatu bahan pangan. Lalu,
bagaimana cara mengolah dari bahan pangan beku tersebut agar aman serta
mengurangi kualitas dari bahan pangan tersebut? Cara yang paling mudah adalah
dengan sesegera mungkin mengolah menjadi makanan jadi atau masakan dan tidak
menyisakan bahan tersebut kemudian dibekukan kembali.

Jika hal ini dilakukan, yaitu pembekuan kembali bahan pangan yang sudah
mengalami pencairan atau sering digunakan istilah proses thawling, bahan tersebut
kualitasnya. Yakni kemungkinan berubah citra rasanya, tekstur maupun penurunan
nilai gizinya.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan yakni: proses thawing atau pencairan sebaiknya
ditempat atau wadah yang tertutup. Hal ini untuk menghindari penambahan jumlah
mikrobia yang tajam.