Tag: kedelai

  • Resep Chawan Musi (Tokyo)

    Resep Chawan Musi (Tokyo)

    BAHAN:
    3 butir telur
    1/4 sdt garam
    1/4 sdt gula
    1 sendok makan kecap kikkoman
    Bumbu kaldu ayam secukupnya
    200 gram daging ayam
    10 ekor udang
    2 buah jamur shitake, potong dua
    1 ons kedelai
    CARA MEMBUAT CHAWAN MUSI (Tokyo):
    1 Kocok telur kemudian campurkan bersama dengan telur, garam, gula, kecap kikkoman dan kaldu ayam.
    Aduk hingga rata.
    2 Rebus daging ayam kemudian potong kecil.
    3 Letakkan daging ayam, udang, jamurshitake dan kedelai ke dalam mangkuk.
    Seluruh bahan dapat dibagi 5 porsi.
    4 Tutupi bahan tersebut dengan campuran telur yang sudah disiapkan.
    5 Kukus dengan panci yang telah dipanaskan.
    6 Kukus hingga matang dan warna telur berubah menjadi mengkilat.
    7 Sajikan

  • Resep Tahu Lontong (Blitar)

    Resep Tahu Lontong (Blitar)

    BAHAN MEMBUAT TAHU LONTONG :
    • 2 buah tahu putih, digoreng sampai berkulit, dipotong 2×2 cm
    • 4 buah lontong, dipotongpotong
    • 50 gram taoge pendek
    • 2 batang kucai, diiris tipis
    • 2 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan
    • 50 gram kacang kedelai, direndam semalam, digoreng kering
    • 1 sendok makan minyak untuk menumis kerupuk udang goreng untuk penyajian
    BAHAN KUAH :
    • 2 lembar daun salam
    • 1 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
    • 1.250 ml air
    • 3 sendok makan kecap manis
    • 1 1/2 sendok teh garam
    • 1 sendok teh gula merah
    Bumbu halus:
    • 1 cm jahe
    • 1 cm lengkuas
    • 3 siung bawang putih
    • 2 butir bawang merah
    • 1/4 sendok teh merica
    CARA MEMBUAT TAHU LONTONG :
    1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun salam, dan serai sampai harum.
    Masukkan air, kecap manis, garam, dan gula merah.
    Masak sampai mendidih.
    2. Sajikan lontong, tahu, dan taoge pendek. Siram dengan kuah.
    Taburi kucai, bawang merah goreng, dan kacang kedelai.
    Sajikan dengan kerupuk udang.

    Untuk 4 porsi

  • Resep Tempe, Makanan Populer Dan Bergizi Tinggi

    Bahwa tempe merupakan makanan tradisional yang sangat populer di Indonesia,
    terutama di kalangan masyarakat Jawa, sudah banyak yang tahu. Tetapi bahwa
    makanan itu sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Agung, tahun 1600-an,
    barangkali baru sedikit orang yang menyadarinya. Di balik kenyataan itu, nyatalah
    bahwa budaya berolah pangan dari nenek moyang kita telah relatif tinggi.

    Tempe adalah salah satu produk fermentasi. Bahan bakunya umumnya kedelai.
    Namun selain itu, dikenal juga bahan-bahan baku lainnya, seperti ampas kacang
    untuk membuat tempe bungkil, ampas kelapa untuk membuat tempe bongkrek,
    ampas tahu untuk membuat tempe gembus, dan biji benguk untuk membuat tempe
    benguk. Namun di antara semua jenis bahan itu, tampaknya, tempe kedelai lah
    yang paling digemari konsumen. Maklumlah, dari segi gizi, tempe kedelai memang
    paling top.

    Fermentasi pada tempe dapat menghilangkan bau langu dari kedelai yang
    disebabkan oleh aktivitas dari enzim lipoksigenase. Jamur yang berperanan dalam
    proses fermentasi tersebut adalah Rhizopus oligosporus. Beberapa sifat penting dari
    Rhizopus oligosporus antara lain meliputi: aktivitas enzimatiknya, kemampuan
    menghasilkan antibiotika, biosintesa vitamin-vitamin B, kebutuhannya akan senyawa
    sumber karbon dan nitrogen, perkecambahan spora, dan penertisi miselia jamur
    tempe ke dalam jaringan biji kedelai (Kasmidjo, 1990).

    Secara kuntitatif, nilai gizi tempe sedikit lebih rendah daripada nilai gizi kedelai (lihat
    tabel). Namun secara kualitatif nilai gizi tempe lebih tinggi karena tempe mempunyai
    nilai cerna yang lebih baik. Hal ini disebabkan kadar protein yang larut dalam air
    akan meningkat akibat aktivitas enzim proteolitik. Studi tentang nilai gizi tempe
    dengan menggunakan sukarelawan telah banyak dilakukan, misalnya dengan
    memperkenalkan makanan campuran tempe, beras dan ketela untuk meningkatkan
    status gizi anak-anak balita yang menderita malnutrisi. Selain itu makanan
    campuran yang mengandung tempe memiliki potensi sebagai terapi medis bagi
    penderita diare kronis (Sumantri dan Sudigbia, 1985).

    Tabel 1. Kandungan Zat Gizi Kedelai dan Tempe

    Sumber: Komposisi Zat Gizi Pangan Indonesia Depkes RI Dir. Bin.Gizi Masyarakat
    dan Puslitbang Gizi 1991

    Melihat manfaat yang cukup besar dalam menunjang kesehatan, nampaknya kita
    perlu menghadirkan tempe dalam menu kita sehari-hari, selain kandungan gizinya
    baik (protein nabatinya tinggi) harganyapun juga terjangkau.

    Salah satu prosedur pembuatan tempe dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi
    selama pembuatan tempe dapat dilihat rangkumannya pada tabel 2.

    Tabel 2: Prosedur dan Kemungkinan yang Dapat Terjadi Selama Pembuatan Tempe
    Sumber: Kasmidjo, 1990. Tempe, Mikrobiologi dan Biokimia Pengolahan Serta
    Pemanfaatannya.

  • Resep Sayur Manipol Usdek

    1. BAHAN

    1) Daging tetelan ¼ kg
    2) Daun katuk 1genggam
    3) Kedele ½ gelas
    4) Jagung muda 3 buah
    5) Kacang panjang 2 ikat
    6) Terong 1 buah
    7) Daun melinjo
    8) Kelapa ½ butir
    9) Dengan buahnya 1 gelas
    10) Daun kacang panjang 1 genggam

    2. BUMBU

    1) Bawang merah 7 buah
    2) Lada 1 sendok teh
    3) Bawang putih 3 siung
    4) Jahe 1 iris
    5) Lombok hijau 10 buah
    6) Kencur 1 rsj
    7) Kemiri 5 butir
    8) Daun salam 3 lembar
    9) Ketumbar 1 sendok teh
    10) Garam 1 sendok makan
    11) Jinten 1 sendok teh

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Daging dan tetelan ditambah kedele, direbus sampai lunak, kemudian dimasukkan sayuran menurut kerasnya.
    2) Kelapa serta bumbu dibakar, kecuali lada, ketumbar, jinten dan daun bawang.
    3) Semua bumbu dihaluskan, kelapa yang telah dibakar diparut.
    4) Setelah sayuran setengah masak, dimasukkan bumbunya.
    5) Dimasukkan kelapa yang telah diparut.
    6) Dijerangkan sampai sayuran masak.