Tag: roti

  • Resep Puding Jahe

    Resep Puding Jahe

    BAHAN :
    • roti 2 ons
    • telur 4 butir
    • gula pasir 11/2 ons
    • mentega 11/2 ons
    • manisan jahe 2 ons
    • susu encer 11/2 gelas
    • air jeruk nipis 1 sdt
    CARA MEMBUAT PUDING JAHE :
    • Roti dihancurkan dengan susu panas.
    • Mentega, kuning telur, gula pasir dikocok sarnpai mengembang.
    Adonan ini dimasukkan ke dalam campuran roti dan susu panas.
    • Kemudian adonan yang sudah disatukan diberi air jeruk nipis dan manisan jahe
    yang telah diiris tipis,
    • Kocok putih telur sampai mengembang, dan masukkan ke dalam adonan tersebut campur rata.
    • Masukkan ke dalam cetakan, Kukuslah sampai mengembang. Matang , angkat sajikan.

  • Resep Puding Roti Panas

    Resep Puding Roti Panas

    BAHAN :
    • Roti 21/2 ons
    • Telur ayam 4 butir
    • Gula pasir 1 ons
    • Mentega ½ ons
    • Kismis 75
    • Susu cair ½ liter
    CARA MEMBUAT PUDING ROTI PANAS :
    • Roti direndam dalam susu panas.
    • Kemudian diberi kuning telur, kismis, gula pasir, kulit jeruk purut diparut dan
    putih telur yang telah dikacau sampai kembang.
    • Semua diaduk sampai berbusa. Kemudian dimasukkan dalam cetakan dan dikukus kira-kira 1 1 /2 jam.
    • Dinginkan diatas piring cekung dan hidangkan dengan saus anggur atao saus terong belanda.

  • Resep Puding Pisang

    Resep Puding Pisang

    BAHAN :
    • pisang raja 6 buah
    • telur ayam 3 butir
    • gula pasir 21/2 sdm
    • roti 1 potong
    • santan kental 200 cc
    • garam, vanili secukupnya
    CARA MEMBUAT PUDING PISANG :
    • Pisang dikupas, kemudian ditumbuk halus.
    • Telur dicampur dengan gula, pisang halus, roti, santan, garam vanili (dicampur sampai rata).
    • Lalu dituangkan dalam piring tahan api, kukus atau dioven sampai matang. Sajikan.

  • Resep Mengetes Panasnya Oven

    Resep Mengetes Panasnya Oven

    TIP MENGETES PANASNYA OVEN
    • Untuk mengetahui meratanya panas oven yang baru atau yang
    lama, kita bisa melakukan hal berikut. Tata potongan roti di loyang
    besar. Bakar. Perhatikan warna rotinya. Kalau tiap warna seluruh roti,
    cokelat merata, artinya panas oven merata. Bila tidak, panas oven
    kurang rata. Perhatikan, dimana oven lebih panas hingga ketika kita
    membuat kue, bisa segera diputar-putar.

  • Resep Chicken Ring

    Resep Chicken Ring

    BAHAN :
    1/2 kg daging ayam cincang
    6 butir telur ayam
    2 sendok teh garam
    1 sendok teh merica
    sedikit pala
    1 kaleng liverpastei
    sepotong roti
    100 cc susu
    CARA MEMBUAT CHICKEN RING :
    Roti direndam dalam susu, sesudah hancur campurkan daging cincang, liverpastei dan 2 telur ayam serta garam, merica dan pala.
    Sisa telur direbus dan masukkan ke dalam cetakan bersama campuran daging masukkan ke dalam oven selama 1 jam tambahkan sayuran (menurut selera anda)

  • Resep Sop Bawang Putih

    Resep Sop Bawang Putih

    BAHAN :
    2Potong irisan roti
    1Sendok makan minyak goreng/mentega
    1Mangkok air mendidih
    1Butir telur
    Daging sedikit saja
    BUMBU :
    2Siung bawang putih
    1Sendok makan (irisan) seledri
    CARA MEMASAK
    1.Bawang putih dihaluskan lalu ditumis sampai harum hersama irisan daging.
    2.Sesudah itu masukkan irisan roti,tambahkan garam,vitsin,dan air 3.Tunggu 1 menit, masukkan kocokan telur dan irisan sledri. 4.Didihkan dan kemudian angkat.

  • Resep Puding Roti

    Resep Puding Roti

    BAHAN :

    Rroti 14 potong
    Pisang raja 4 buah
    Gula pasir 11/2 ons
    Pala halus 1/2 sendok teh
    Santan 2 gelas
    Garam secukupnya
    CARA MEMBUATNYA :
    1.Gula, pala halus, garam dimasukkan dalam santan, kemudian aduk sampai rata.
    2.Roti direndam dalam santan tersebut satu persatu. Pisang dipotong melintang tipis-tipis. Susun roti dalam piring lapis demi lapis, tiap lapis dilapisi oleh potongan pisang.
    3.Lapis teratas adalah roti, kemudian sisa susu tadi dituangkan.

  • Resep Peranan Enzim Dalam Adonan Roti

    Enzim dihasilkan oleh sel-sel hidup, baik hewani maupun nabati. Bila digabungkan
    dengan bahan organik tertentu maka bisa mengubah susunan menjadi
    persenyawaan yang lebih sederhana, namun enzim itu tidak turut berubah.
    Sehingga enzim sering diartikan sebagai katalisator organik. Enzim sangat penting
    dalam kehidupan dan tidak ada organisme tumbuhan atau hewan yang dapat hidup
    tanpa enzim, maka tepung tidak akan memiliki sifat-sifat tertentu bila dalam biji
    gandum tidak ada enzim.

    Ada dua jenis enzim yang sangat penting, yaitu diastase dan protease. Diastase
    adalah suatu enzim kombinasi dari alpha dan beta amylase, dan berfungsi
    mengubah pati yang rusak menjadi gula maltose. Sehingga bila butir-butir pati rusak
    atau kurang tahan disenyawakan dengan diastase, maka alpha amylase akan
    mengubah pati menjadi dekstrin. Sedangkan beta amylase mengubah dekstrin dan
    pati hancur menjadi gula maltose. Selanjutnya gula maltose diubah oleh enzim
    maltose menjadi gula biasa, yang bila diasimilasikan dengan ragi akan menghasilkan
    karbondioksida yang dapat mengembangkan adonan, alkohol dan sejumlah kecil
    bahan lain seperti asam.

    Enzim protease berfungsi melembekkan, melembutkan atau menurunkan gluten
    yang membentu protein. Sehingga bila ingin memperoleh adonan roti yang baik
    maka sedikit enzim protease perlu disertakan.

    Tiga hal yang dapat mempengaruhi kegiatan enzim yaitu : suhu atau temperatur,
    kemasaman dan jangka waktu. Kegiatan enzim akan meningkat bila suhu dinaikkan
    hingga 145o F, selanjutnya diatas suhu tersebut kegiatan enzim akan menurun
    sehingga akhirnya berhenti bekerja. Sedangkan pada adonan yang bersifat masam
    yaitu antara pH 4,6 – 4,8 maka akan terbentuk maltose dalam jumlah besar. Jangka
    waktu juga memegang peranan penting terhadap kegiatan enzim, makin lama enzim
    bereaksi dalam suatu bahan makin banyak produksi yang dapat dicapai, sehingga
    enzim akan terus bekerja selama ada bahan tempat enzim tersebut bereaksi.

    Berikut ini ada beberapa fungsi enzim dalam peragian, yaitu: (1) dari bahan tepung
    dan sirup malt, enzim diastase berguna mencairkan pati, dan mengubah pati cair
    menjadi gula malt (jelai), (2) dari bahan tepung dan sirup malt, enzim protease
    berguna melembutkan gluten sehingga adonan roti dapat mengembang, (3) dari
    sumber ragi, enzim invertase dapat mengubah gula tebu menjadi gula campuran
    (invert sugar), (4) dari sumber ragi, enzim maltase dapat mengubah gula malt
    menjadi gula dekstrose, (5) dari sumber ragi, enzim zymase dapat mengubah gula campuran dan gula dektrose menjadi gas karbondioksida yang mengembangkan
    adonan dan alkohol yang hilang dari dalam roti selama proses pembakaran atau
    oven.

  • Resep Mengapa Roti Bantat

    Istilah “bantat” dipakai untuk mencirikan roti (cake, bolu, donat dan sejenisnya) yang
    teksturnya keras, tidak empuk serta tidak mengembang. Mengapa roti bisa menjadi
    bantat ?

    Berikut ini akan dibahas beberapa kemungkinan penyebabnya serta kiat bagaimana
    membuat roti yang empuk dan dapat mengembang sempurna. Dalam proses
    pembuatan roti (baking product) yang berperan penting dalam pengembangan
    adonan adalah senyawa gluten yang terkandung dalam gandum.

    Senyawa gluten tersusun atas dua fraksi, yaitu glutenin dan gliadin yang masingmasing
    akan menentukan elastisitas serta plastisitas adonan. Sifat elastis dan plastik
    pada adonan roti tersebut diakibatkan terbentuknya “kerangka” seperti jaring-jaring
    dari senyawa glutenin dan gliadin. Selanjutnya kerangka seperti jaring-jaring inilah
    yang berperan sebagai perangkap udara sehingga adonan roti menjadi
    mengembang.

    Udara yang terperangkap dalam kerangka jaring-jaring gluten sebenarnya
    merupakan gas CO2. Gas tersebut dapat dihasilkan oleh yeast/khamir (yang biasa
    digunakan sebagai biang pada adonan donat, roti tawar, dll) ataupun akibat
    pengocokan telor (pada adonan cake, bolu, dll). Udara yang terperangkap tersebut
    dapat lolos kembali apabila kerangka gluten yang terbentuk tidak kuat dan
    mengakibatkan roti menjadi kempes kembali setelah dikeluarkan dari oven.

    Dengan demikian ada dua faktor yang berperan penting dalam pengembangan dan
    keempukan” tekstur roti. Yaitu bahan baku (kandungan gluten dalam gandum) dan
    proses pembutan adonannya. Berikut adalah kiat-kiat untuk menghindari terjadinya
    bantat pada roti:
    (1) gandum yang dipakai mempunyai komposisi yang pas untuk adonan roti (misal: merek Cakra, Kunci, dll);
    (2) yeast/khamir yang digunakan untuk biang mencukupi jumlahnya (lebih kurang 10 gram yeast kering untuk 500 gram adonan gandum);
    (3) waktu untuk pengembangan adonan cukup (minimal 30 menit);
    (4) pada pembuatan cake dan bolu, pengocokan telur dilakukan sampai putih keras dan percampuran gandum untuk adonan dilakukan secara hati-hati;
    (5) dapat ditambahkan CMC (Carboxy Methyl Cellulose) atau HPMC (Hydroxy Propyl Methyl Cellulose) yang bersifat sebagai emulsifier.