Tag: vitamin

  • Resep Jus Naga Putih

    Resep Jus Naga Putih

    BAHAN:
    150 gr buah naga, kupas, potong – potong
    60 ml yoghurt rasa vanilla
    2 potong es batu
    L sdm madu
    50 ml air es
    CARA MEMBUAT JUS NAGA PUTIH:
    1. Siapkan tabung blender, masukkan potongan buah naga, yoghurt, madu, air es dan es batu ke dalam tabung. proses hingga tekstur jus menjadi lembut dan kental. Angkat.
    2. Siapkan gelas saji. Tuang jus ke dalam gelas saji. Sajikan.

    Untuk 2 porsi

    INFO GIZI:
    Buah naga (Hylocereus undatus) atau biasa disebut dragon fruit disebut Sangat kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Serat membantu pencernaan anak agar terbebas dari gangguan pencernaan seperti sembelit. Vitamin dan mineral dalam tubuh buah naga juga meningkatkan daya tahan tubuh serta memelihara kesehatan.

  • Resep Jus Delima Merah

    Resep Jus Delima Merah

    BAHAN:
    250 gr delima merah
    60 gr umbi bit, rebus, potong dadu
    100 ml air es
    2 potong es batu
    1 sdm madu
    CARA MEMBUAT JUS DELIMA MERAH:
    1. Masukkan delima, potongan umbi bit, air es dan madu ke dalam juice extraktor. Proses dan tampung sarinya.
    2. Tuang sari juice ke dalam gelas saji, tambahkan es batu sajikan.

    Untuk 2 porsi

    INFO GIZI:
    Delima ( Punika Granatum L) kaya vitamin,mineral, dan fitonutrien. Di setia 100 gr buah delima terkandung energy 74 kkal, potasium 138 mg zat besi 500 mcg dan vitamin C 7 mg. buah juga mengandung asam sitrat, asam malat,glukosa, fruktosa, dan maltosa.
    Buah delima bermanfaat sebagai obat diare dan anti batuk untuk balita

  • Tip Memilih Bahan-Bahan Salad (Selada) & Persiapan

    Tip Memilih Bahan-Bahan Salad (Selada) & Persiapan

    MEMILIH BAHAN BAHAN SALAD
    Sayur-Sayuran :
    • Pilihlah selada yang berwarna cerah dengan daun-daun yang segar.
    • Hindari yang bertangkai keras dan tebal.
    Selada iceberg harus terasa kencang kalau ditekan dan pangkalnya harus kering.
    • Kesegaran sangat penting karena selada segera kehilangan vitamin-vitamin setelah dipetik.
    PERSIAPAN :
    • Petik daun selada dari tangkainya. Kalau seladanya besar, potong bagian tengahnya. Untuk
    melepaskan daun selada dengan mudah, peganglah selada dengan daunnya di bawah air kran.
    • Keringkan betul-betul, karena selada yang basah akan melarutkan dressing dan mengurangi kesegarannya.
    PENYIMPANAN :
    • Karena mengandung banyak air, selada akan cepat layu.
    Sebaiknya pilih selada dan sayur sayuran pada saat Anda akan mengolahnya.
    • Sebagai aturan umum, semakin lunak daun selada maka semakin cepat pula
    Anda harus menggunakannya.
    • Selada iceberg dan cos dapat disimpan selama seminggu.
    • Cucilah selada bersihbersih untuk menghilangkan kotoran dan serangga,
    lalu keringkan sebelum disimpan.
    • Masukkan selada ke kantung plastik yang longgar. Tekan plastic agar udaranya keluar,ikat erat-erat dan taruhlah di bagian crisper dalam lemari es.

  • Resep Makanan Fungsional

    Membanjirnya produk pangan eksklusif berlabel kesehatan, mulai dari rumput laut,
    sari pati ayam, sari hati ikan hiu, sampai “susu pinter” telah merangsang masyarakat
    untuk mengkonsumsinya. Demikian pula halnya dengan “minuman berkhasiat” yang
    konon dapat menyegarkan dan memberi pasokan tenaga ekstra dalam waktu
    singkat. Salah satu pemicu merebaknya pemasaran produk pangan yang umumnya
    produksi luar negeri tersebut adalah kegiatan penjualan langsung dari rumah ke
    rumah oleh para distributor dari berbagai perusahaan Multi Level Marketing.

    Sebagai perkembangan lebih lanjut, kini muncul produk pangan yang secara nutrisi
    telah dimodifikasi, dan secara terbuka (dalam labelnya) diklaim memiliki khasiat
    kesehatan tertentu. Produk pangan jenis ini dikenal sebagai makanan fungsional
    (functional food), atau di Jepang disebut FOSHU (Food for Specified Health Use),
    yang antara lain mencakup minuman yang mengandung mineral (kalsium), vitamin
    dan serat terlarut (soluble fibre), termasuk biskuit rendah kalori yang diperkaya
    dengan serat (dietary fibre).

    Produk baru, yang sering disebut-sebut sebagai kandidat makanan masa depan ini,
    ternyata sangat berhasil di pasaran Asia, khususnya di Jepang. Keberhasilan ini juga
    disusul hasil serupa di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Keberhasilan pemasaran
    makanan fungsional memacu munculnya berbagai produk inovasi baru. Misalnya,
    baru-baru ini, di Jepang telah diakui dua jenis makanan fungsional baru, yaitu beras
    hypoallergenic dan susu rendah fosfat. Yang disebutkan pertama diklaim mampu
    mencegah sejenis penyakit kulit (atopic dermatitis); sedang susu rendah fosfat cocok
    bagi penderita penyakit ginjal kronis.

    Di Jepang lisensi makanan fungsional hanya diberikan pada produk-produk makanan
    yang memang memenuhi syarat-syarat kesehatan. Lisensi akan diberikan setelah
    terlebih dahulu dilakukan pengujian yang menyeluruh terhadap produk yang
    bersangkutan, khususnya mengenai jenis dan komposisi bahan-bahan dipakai.
    Makanan fungsional harus memenuhi kriteria yang berkaitan dengan dasar (ilmiah)
    klaim kesehatan, takaran dan keamanan konsumsi, serta bentuk penyajian yang
    tentu saja, harus berbeda dengan produk obat-obatan.

    Dalam regulasi FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat, yang
    diintroduksikan dua tahun yang lalu, telah dijinkan beberapa jenis klaim kesehatan
    untuk produk pangan. Pangan yang disetujui pelabelannya harus mengandung
    nutrien yang bila dikonsumsi dalam jumlah tertentu memiliki pengaruh positif
    terhadap risiko penyakit (misalnya: kalsium), atau nutrien yang dikhawatirkan
    (misalnya: lemak) di bawah kadar tertentu.

    Klaim khasiat yang diijinkan oleh FDA mencakup 7 hubungan, antara lain: antara
    kalsium (Ca) dengan pengurangan risiko osteoporosis (keropos tulang), atau antara natrium (Na) ádengan tekanan darah tinggi, tetapi tidak untuk hubungan antara
    serat dengan kanker, juga tidak untuk seng (Zn) dengan fungsi kekebalan.

  • Resep Pemasakan Sayuran Dan Kehilangan Vitamin

    Sayuran merupakan sumber vitamin yang penting. Misalnya, wortel banyak
    mengandung vitamin A dan tomat penuh akan vitamin C. Selain itu, sayuran juga
    sumber bagi vitamin B 1 (thiamin) serta beberapa mineral yaitu Kalsium (Ca) dan zat
    besi (Fe).

    Sayangnya, vitamin pada umumnya mempunyai sifat tidak stabil. Vitamin C,
    umpamanya, mudah sekali teroksidasi dan rusak oleh cahaya serta suhu tinggi. Hal
    ini disebabkan vitamin C (asam ascorbat) terdapat dalam bentuk tereduksi dan
    teroksidasi sebagai asam dehidroaskorbat secara bersama-sama. Reaksi oksidasi
    reduksi ini bersifat reversible (bolak-balik). Dalam keadaan basa dan pH netral,
    asam dehidroaskorbat mengalami hidrolisa membentuk asam diketogulonat, dan
    asam ini tidak mempunyai aktivitas sebagai vitamin C.

    Maka, untuk meminimalkan kehilangan vitamin dalam pemasakan, dapat dilakukan
    cara sebagai berikut : sayuran daun hijau, sebelum dipotong atau dipetik, dicuci lebih
    dulu. Prosesnya jangan terbalik: dipotong dulu baru dicuci, karena kehilangan
    vitamin dengan cara ini akan lebih banyak.

    Perbandingan antara sayuran dan air untuk memasak adalah 1 : 3, dengan maksud
    supaya zat gizi yang terdapat pada sayuran tidak banyak hilang karena larut dalam
    air pelarut. Sedangkan waktu pengolahan bervariasi untuk jenis sayuran. Patokan
    waktu yang ideal untuk pengolahan sayuran adalah sebagai berikut:

    tabel

    Catatan: Penghitungan waktu di atas dimulai pada saat sayuran dicelupkan/dikukus
    pada air atau kuah santan yang telah mendidih.

  • Resep Memilih Dan Menyimpan Buah Tomat

    Bagi negeri kita yang sepanjang tahun panas dengan kelembaban tinggi, buah tomat
    mengalami respirasi yang tinggi, sehingga tanamannya cepat berbuah dan cepat
    pula masak. Konsekuensinya, kita sulit memperoleh buah tomat yang besar-besar
    seperti tomat produksi New Zealand, Australia, atau Amerika Serikat, yang banyak
    kita temukan di beberapa supermarket. Karena, begitu semua kandungan buahnya
    telah terisi, sebelum mencapai ukuran yang maksimal, buah tomat kita segera
    memasuki masa pemasakan atau disebut ripening.

    Sesuai dengan sifatnya ini, maka membeli buah yang masih hijau namun ukuran
    buahnya telah maksimal, merupakan pilihan yang baik untuk memperpanjang umur
    simpannya, karena nilai gizinya tidak berbeda.

    Apakah ini berarti nilai gizi yang dikandung tomat kita lebih rendah dari pada tomattomat
    impor? Tentu saja tidak. Karena sesuai dengan “kodrat”nya, tanaman tomat
    termasuk tanaman yang selektif dalam menyerap unsur hara. Apabila kekurangan
    salah satu unsur hara, tanaman ini akan memperkecil buahnya, namun tidak
    mengurangi senyawa-senyawa gizi yang dibentuknya.

    Respirasi buah tomat ini terus berlangsung ketika telah dipetik. Proses respirasi
    yang menyebabkan pembusukan ini terjadi karena perubahan-perubahan kimia
    dalam buah tomat dari pro-vitamin A menjadi vitamin A, pro-vitamin C-menjadi
    Vitamin C, dan dari karbohidrat menjadi gula, yang menghasilkan CO2, H2O, dan
    ethylen. Akumulasi produk-produk respirasi inilah yang menyebabkan pembusukan.
    Namun sesuai ‘kodrat’-nya pula respirasi ini tidak dapat dihentikan, hanya bisa
    dihambat, yaitu dengan menyimpannya pada suhu dan kelembaban rendah.
    Penyimanan suhu rendah dapat dilakukan secara sederhana dalam almari es,
    namun di tempat ini kelembabannya tinggi mengingat barang-barang yang mudah
    menguap juga tersimpan di sini, sehingga proses respirasi tidak dapat dihambat
    dengan baik.

    Cara lain adalah mengurangi timbunan produk-produk respirasi. Penghambatan ini
    dapat dilakukan dengan berbagai cara. Buah-buah tomat impor yang kita dapati di
    beberapa supermarket atau galael di Semarang ini, biasanya dibungkus dengan
    plastik polyethilen. Cara ini cukup baik, karena cukup efektif menekan pembentukan
    CO2 dan H2O. Namun ‘poly-ethilen’ ini akanberreaksi dengan ‘ethylen’ yang
    dihasilkan buah tomat, membentuk ‘ethylen’ rantai panjang yang mudah berraksi
    dengan lapisan lilin kulit tomat, sehingga sampai batas tertentu kurang baik bagi
    kesehatan, kecuali bila kulitnya “dikupas”.

    Bahan kemasan lain buah tomat impor adalah plastik polyethilen shrink film atau
    plastik mengkerut, yang terlihat lebih “bergengsi”, karena harganya lebih mahal.
    Tetapi sesuai dengan sifat reaksi ethylen tersebut, kemasan ini lebih kurang baik
    bagi kesehatan karena kontak langsung kulit buah dengan bungkus lebih banyak.
    Di Australia biasanya digunakan bungkus plastik polyethylen biasa dengan buntalan
    kecil di dalamnya yang berisi KMNO4. Pengemasan ini lebih aman karena KMNO4
    sangat efektif menyerap ethylen. Namun akibatnya, harga tomatnya jauh lebih
    mahal, karena harga KMNO4 dan pembungkusnya, yang harus semipermeabel ini,
    sangat mahal.

    Cara paling mudah, murah, dan aman bagi tomat-tomat dalam negeri adalah adalah
    menyimpannya dalam kotak kayu yang higroskopis sehingga dapat menyerap H2O
    dan di bagian bawahnya diberi kapur tohor atau Ca(OH)2 untuk mengikat CO2, serta
    disimpan di tempat yang kering dan teduh sehingga penimbunan ethylen dapat
    ditekan. Bila buah tomat yang disimpan masih berwarna kehijau-hijauan,
    penyimpanan dengan cara ini dapat menahan kesegaran buah tomat sampai 2
    minggu.