Author: admin

  • Resep Makanan Fungsional

    Membanjirnya produk pangan eksklusif berlabel kesehatan, mulai dari rumput laut,
    sari pati ayam, sari hati ikan hiu, sampai “susu pinter” telah merangsang masyarakat
    untuk mengkonsumsinya. Demikian pula halnya dengan “minuman berkhasiat” yang
    konon dapat menyegarkan dan memberi pasokan tenaga ekstra dalam waktu
    singkat. Salah satu pemicu merebaknya pemasaran produk pangan yang umumnya
    produksi luar negeri tersebut adalah kegiatan penjualan langsung dari rumah ke
    rumah oleh para distributor dari berbagai perusahaan Multi Level Marketing.

    Sebagai perkembangan lebih lanjut, kini muncul produk pangan yang secara nutrisi
    telah dimodifikasi, dan secara terbuka (dalam labelnya) diklaim memiliki khasiat
    kesehatan tertentu. Produk pangan jenis ini dikenal sebagai makanan fungsional
    (functional food), atau di Jepang disebut FOSHU (Food for Specified Health Use),
    yang antara lain mencakup minuman yang mengandung mineral (kalsium), vitamin
    dan serat terlarut (soluble fibre), termasuk biskuit rendah kalori yang diperkaya
    dengan serat (dietary fibre).

    Produk baru, yang sering disebut-sebut sebagai kandidat makanan masa depan ini,
    ternyata sangat berhasil di pasaran Asia, khususnya di Jepang. Keberhasilan ini juga
    disusul hasil serupa di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Keberhasilan pemasaran
    makanan fungsional memacu munculnya berbagai produk inovasi baru. Misalnya,
    baru-baru ini, di Jepang telah diakui dua jenis makanan fungsional baru, yaitu beras
    hypoallergenic dan susu rendah fosfat. Yang disebutkan pertama diklaim mampu
    mencegah sejenis penyakit kulit (atopic dermatitis); sedang susu rendah fosfat cocok
    bagi penderita penyakit ginjal kronis.

    Di Jepang lisensi makanan fungsional hanya diberikan pada produk-produk makanan
    yang memang memenuhi syarat-syarat kesehatan. Lisensi akan diberikan setelah
    terlebih dahulu dilakukan pengujian yang menyeluruh terhadap produk yang
    bersangkutan, khususnya mengenai jenis dan komposisi bahan-bahan dipakai.
    Makanan fungsional harus memenuhi kriteria yang berkaitan dengan dasar (ilmiah)
    klaim kesehatan, takaran dan keamanan konsumsi, serta bentuk penyajian yang
    tentu saja, harus berbeda dengan produk obat-obatan.

    Dalam regulasi FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat, yang
    diintroduksikan dua tahun yang lalu, telah dijinkan beberapa jenis klaim kesehatan
    untuk produk pangan. Pangan yang disetujui pelabelannya harus mengandung
    nutrien yang bila dikonsumsi dalam jumlah tertentu memiliki pengaruh positif
    terhadap risiko penyakit (misalnya: kalsium), atau nutrien yang dikhawatirkan
    (misalnya: lemak) di bawah kadar tertentu.

    Klaim khasiat yang diijinkan oleh FDA mencakup 7 hubungan, antara lain: antara
    kalsium (Ca) dengan pengurangan risiko osteoporosis (keropos tulang), atau antara natrium (Na) ádengan tekanan darah tinggi, tetapi tidak untuk hubungan antara
    serat dengan kanker, juga tidak untuk seng (Zn) dengan fungsi kekebalan.

  • Resep Coco-Softdrink: Minuman Kesehatan Dari Air Kelapa

    Di tengah semakin meningkatnya konsumsi berbagai ragam minuman ringan
    berlabel “minuman kesehatan” oleh masyarakat, terbuka satu peluang untuk
    memproduksi minuman kesehatan yang alamiah dari air kelapa. Minuman yang
    dikenal sebagai coco-softdrink ini mempunyai khasiat menyembuhkan kesulitan
    buang air kecil (urinaruy disorders). Perintis industri minuman ringan alamiah ini
    adalah sebuah perusahaan di Filipina, yang memang dikenal sebagai salah satu
    negara industri kelapa utama di dunia (Food Marketing & Technology, Dec. 1992).

    Produksi coco-softdrink ini membuka peluang pemanfaatan limbah air kelapa (tua)
    yang selama ini banyak terbuang. Di Indonesia, pemanfaatan limbah air kelapa
    masih amat terbatas, yang paling menonjol hanyalah sebagai bahan baku nata de
    coco atau “Sari Kelapa”. Meskipun sebenarnya air kelapa dapat diproses lebih lanjut
    untuk menghasilkan asam cuka (vinegar), alkohol, minuman anggur, dan cairan
    infus.

    Air kelapa yang berasal dari buah kelapa yang berumur lebih dari 7 bulan biasanya
    memiliki rasa yang istimewa. Rasa manisnya cukup dan didukung oleh flavor kelapa
    yang khas. Selain itu air kelapa ini mengandung berbagi zat makanan (nutrient) yang
    penting, antara lain: nitrogen, phosphor, kalium, magnesium, chlor, gula, asam
    askorbat, lemak, karbohidrat dan mineral lain.

    Pengembangan softdrink air kelapa ini didorong oleh kegemaran masyarakat
    terhadap air kelapa muda sebagai penghilang dahaga. Namun, berbeda dengan air
    kelapa muda, yang tua sudah kehilangan rasa manis – dan seringkali berasa asin,
    meskipun flavor kelapanya masih cukup kuat. Di sinilah letak tantangannya,
    bagaimana memperbaiki citarasa air kelapa tua untuk menyamai citarasa yang
    muda.

    Untuk mencapai cita rasa yang diharapkan, ternyata yang harus dilakukan tidak
    hanya penambahan gula, melainkan juga harus dilakukan “pengaturan” derajad
    keasaman (pH) sebesar 4,2 dan total padatan terlarut sebesar 10-12%, serta
    kandungan natrium sitrat sebesar 0.1 -0.15%. Proses pengolahan untuk mencapai
    kondisi di atas dilakukan dalam beberapa tahapan. Yang pertama air kelapa segar
    disaring dan kemudian dipasteurisasi. Selanjutnya dilakukan penyesuaian total
    padatan terlarut dan pH dengan penambahan gula dan asam – serta bahan
    pengawet. Larutan ini kemudian disentrifugasi (dipusingkan) dan dipasteurisasi
    sekali lagi. Akhirnya produk tersebut dapat dikemas dalam karton atau botol. Produk
    ini juga dapat dikarbonasi (gas CO2).

    Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan kotoran yang tercampur dalam air
    kelapa, misalnya serpihan sabut kelapa, rambut pekerja dll. Pateurisasi akan mematikan jasad renik yang dapat melakukan fermentasi dan menggumpalkan
    beberapa senyawa yang ada di dalam air kelapa. Akhirnya, sentrifugasi diperlukan
    untuk menjernihkan cairan ini. Jika pasteurisasi dilakukan dengan baik maka produk
    ini akan dapat bertahan selama 6 bulan atau lebih dalam penyimpanan suhu kamar
    (28-32oC). Berdasarkan survei di Filipina, produk coco-softdrink disukai oleh
    konsumen – terutama yang dikarbonasi.

  • Resep Serba-Serbi Durian

    Pada umumnya masyarakat Indonesia tua-muda, besar-kecil sudah sangat
    mengenal buah durian baik dari aromanya yang sangat menyengat maupun dari
    bentuk fisiknya yang nampak “mengerikan”. Aroma dan bentuk fisik inilah yang
    menjadikan buah durian mudah dikenal dan kadang-kadang membuat orang
    mempunyai kenangan tersendiri dengan buah ini karena tersentak oleh aromanya
    yang sangat tajam saat buah tersebut dibuka dari kulitnya sehingga orang sulit untuk
    melupakan kenangan tersebut. Bagi orang yang telah merasakan enaknya makan
    buah durian (kadang-kadang rasanya manis, sedikit pahit dan daging buah yang
    empuk) dapat membuat orang menjadi rindu untuk mencicipi buahnya jika musim
    durian telah datang. Kenangan inilah yang dapat membuat buah durian selalu
    dikenang orang disamping pengalaman terluka saat membuka buah durian karena
    tertusuk durinya yang tajam atau harus dengan perjuang yang berat untuk membuka
    buah tersebut. Buah durian selain disantap langsung, dapat pula disantap saat
    makan nasi (buah durian menjadi pelengkap makan nasi).

    Durian (Durio zibethinus, Murr) termasuk famili Bombacaseae merupakan tanaman
    asli Asia Tenggara, terutama Indonesia. Di Indonesia, pusat keragaman genetiknya
    terdapat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah, kemudian menyebar ke
    seluruh wilayah di Jawa dan Sumatera sehingga tidak asing lagi bagi masyarakat.

    Mencegah Mabuk
    Durian memang buah yang menarik untuk dibicarakan. Jika dilihat bentuk fisiknya
    terlintas duri-duri yang menakutkan dan siap untuk menancap. Tetapi setelah dibelah
    dan terlihat isinya, sangat berbeda dengan bentuk fisiknya yang keras, berduri. Isi
    durian yang matang, dagingnya lunak, manis, sedikit pahit, dan menebarkan aroma
    yang “khas”.

    Buah durian mempunyai keragaman terhadap aroma dan rasa daging buahnya.
    Selera manusia juga berbeda terhadap aroma dan rasa daging buahnya. Ada
    kelompok yang hanya ingin mencoba saja rasa daging buahnya, kelompok ini tidak
    tergolong “maniak durian” tetapi ada yang hanya mau makan buah durian yang
    dagingnnya manis atau bahkan ada yang hanya menyukai durian yang dagingnya
    pahit. Bahkan ada yang maniak durian sehingga menjadi “mblenger”. Nah, dalam
    keadaan keblenger ini akan muncul rasa mual, pusing, keringat dingin, pucat.
    Keadaan ini sangatlah tidak menyenangkan. Konon nenek moyang berpesan setelah
    makan daging buah durian yang banyak, segeralah minum air (boleh yang belum
    dimasak) dengan menggunakan wadah dari kulit durian bagian cungkupnya (bagian
    dalam). Niscaya dengan mencoba cara ini akan bebas dari bahaya mabuk durian.

    Mengatasi Bau
    Masyarakat pada umumnya mengenal durian, tetapi belum tentu senang makan
    durian. Kadang kala tercium aromanya saja sudan pusing apalagi untuk mencicipi
    daging buahnya tidak akan bernah berhasil. Karena aromanya yang khas dan
    melekat, maka orang sering kali menghindar bila dalam kendaraan (seperti mobil)
    ada penumpang yang membawa durian sebab baunya akan menyebar dan
    menyebabkan orang menjadi pusing, setelah duriannya tidak ada banunya masih
    tercium.

    Bagi yang dapat menikmati aroma durian tidak ada masalah tetapi akan menjadi
    masalah jika makan durian lalu jari-jari tangannya tetap melekat aroma durian.
    Setelah dicuci bersih dengan sabun pembersih, tetap saja tidak dapat hilang baunya.
    Jika demikian orang juga akan kesal karena makan pisang tetapi aromanya durian.
    Bagi yang maniak durian, jangan risau karena ada cara yang sangat mudah untuk
    mengatasinya. Tidak perlu menggunakan ramuan atau racikan jamu penghilang bau
    durian tetapi cukup dengan cara mencuci tangan dengan air tanpa menggunakan
    sabun atau bahan pencuci lainnya, cara ini sangat mudah dilakukan.

    Asinan Durian (Tempoyak)
    Penduduk di pedesaan mempunyai cara untuk mengatasi kelebihan durian yaitu
    membuat asinan buah durian (pongge), yang dilakukan adalah memisahkan daging
    buah durian dari bijinya lalu daging buah dimasukkan ke dalam wadah (tidak dari
    bahan yang mengandung aluminium) setebal ± 2 cm lalu diatasnya ditaburi garam
    halus dan gula pasir secara merata. Kemudian dilapisi lagi dengan daging buah
    durian yang telah dipisahkan dari bijinya setebal ± 2 cm dan diatasnya ditaburi garam
    halus dan gula pasirnya secara merata. Selanjutnya ditutupi dengan daging buah
    seperti yang telah dilakukan sebelumnya, sampai secukupnya (wadah jangan terlalu
    penuh) lalu permukaannya ditutup dengan daun pisang dan tutup rapat. Asinan
    dapat dinikmati setelah mengeluarkan aroma yang “harum”.

    Asinan durian oleh penduduk di Sumatera Selatan dinamakan Tempoyak. Pepatah
    mengatakan jika telah makan tempoyak, maka lupa akan kesusahan karena makan
    tempoyak dapat meningkatkan selera makan dan nikmat. Tetapi pepatah ini tentu
    saja berlaku untuk masyarakat yang telah terbiasa menikmati tempoyak.

  • Resep Tempe, Makanan Populer Dan Bergizi Tinggi

    Bahwa tempe merupakan makanan tradisional yang sangat populer di Indonesia,
    terutama di kalangan masyarakat Jawa, sudah banyak yang tahu. Tetapi bahwa
    makanan itu sudah ada sejak masa pemerintahan Sultan Agung, tahun 1600-an,
    barangkali baru sedikit orang yang menyadarinya. Di balik kenyataan itu, nyatalah
    bahwa budaya berolah pangan dari nenek moyang kita telah relatif tinggi.

    Tempe adalah salah satu produk fermentasi. Bahan bakunya umumnya kedelai.
    Namun selain itu, dikenal juga bahan-bahan baku lainnya, seperti ampas kacang
    untuk membuat tempe bungkil, ampas kelapa untuk membuat tempe bongkrek,
    ampas tahu untuk membuat tempe gembus, dan biji benguk untuk membuat tempe
    benguk. Namun di antara semua jenis bahan itu, tampaknya, tempe kedelai lah
    yang paling digemari konsumen. Maklumlah, dari segi gizi, tempe kedelai memang
    paling top.

    Fermentasi pada tempe dapat menghilangkan bau langu dari kedelai yang
    disebabkan oleh aktivitas dari enzim lipoksigenase. Jamur yang berperanan dalam
    proses fermentasi tersebut adalah Rhizopus oligosporus. Beberapa sifat penting dari
    Rhizopus oligosporus antara lain meliputi: aktivitas enzimatiknya, kemampuan
    menghasilkan antibiotika, biosintesa vitamin-vitamin B, kebutuhannya akan senyawa
    sumber karbon dan nitrogen, perkecambahan spora, dan penertisi miselia jamur
    tempe ke dalam jaringan biji kedelai (Kasmidjo, 1990).

    Secara kuntitatif, nilai gizi tempe sedikit lebih rendah daripada nilai gizi kedelai (lihat
    tabel). Namun secara kualitatif nilai gizi tempe lebih tinggi karena tempe mempunyai
    nilai cerna yang lebih baik. Hal ini disebabkan kadar protein yang larut dalam air
    akan meningkat akibat aktivitas enzim proteolitik. Studi tentang nilai gizi tempe
    dengan menggunakan sukarelawan telah banyak dilakukan, misalnya dengan
    memperkenalkan makanan campuran tempe, beras dan ketela untuk meningkatkan
    status gizi anak-anak balita yang menderita malnutrisi. Selain itu makanan
    campuran yang mengandung tempe memiliki potensi sebagai terapi medis bagi
    penderita diare kronis (Sumantri dan Sudigbia, 1985).

    Tabel 1. Kandungan Zat Gizi Kedelai dan Tempe

    Sumber: Komposisi Zat Gizi Pangan Indonesia Depkes RI Dir. Bin.Gizi Masyarakat
    dan Puslitbang Gizi 1991

    Melihat manfaat yang cukup besar dalam menunjang kesehatan, nampaknya kita
    perlu menghadirkan tempe dalam menu kita sehari-hari, selain kandungan gizinya
    baik (protein nabatinya tinggi) harganyapun juga terjangkau.

    Salah satu prosedur pembuatan tempe dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi
    selama pembuatan tempe dapat dilihat rangkumannya pada tabel 2.

    Tabel 2: Prosedur dan Kemungkinan yang Dapat Terjadi Selama Pembuatan Tempe
    Sumber: Kasmidjo, 1990. Tempe, Mikrobiologi dan Biokimia Pengolahan Serta
    Pemanfaatannya.

  • Resep Pelas (Magetan)

    1. BAHAN

    1) Kedele 1 kg
    2) Kelapa 1 butir
    3) Daun pisang 3 pelepah
    4) Biting secukupnya

    2. BUMBU

    1) Bawang merah 10 buah
    2) Gula merah 1 sendok makan
    3) Bawang putih 4 siung
    4) Garam 1 sendok makan
    5) Daun salam 10 lembar

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Kedele dicuci, direndam 2 jam, ditumbuk agak kasar.
    2) Kelapa diparut.
    3) Bumbu-bumbu dihaluskan, kecuali daun salam.
    4) Kedele, kelapa, bumbu dicampur jadi satu sampai rata.
    5) Campuran dibungkusi daun pisang, dialas daun salam.
    6) Sesudah dibungkusi dikukus sampai masak.

  • Resep Pelecing Kangkung (Lombok)

    1. BAHAN

    1) Kangkung 5 ikat
    2) Minyak goreng 1 cangkir

    2. BUMBU

    1) Lombok merah 5 buah
    2) Terasi 2 sendok teh
    3) Lombok rawit 10 buah
    4) Jeruk limau 1 buah
    5) Kemiri 5 buah
    6) Garam 1 sendok teh

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Kangkung dicuci, dipotong-potong.
    2) Air dimasak sampai mendidih, kangkung dimasukkan.
    3) Setelah masak diangkat, segera ditiriskan. Warnanya harus tetap hijau.
    4) Lombok, terasi dibakar, dihaluskan dengan kemiri.
    5) Setelah halus dicampur dengan minyak, garam dan air jeruk limau.
    6) Kangkung yang telah direbus, dicampur dengan sambalnya.

  • Resep Pencok Ayam (Banten)

    1. BAHAN

    1) Ayam 1 ekor
    2) Kelapa ½ butir

    2. BUMBU

    1) Bawang merah 15 buah
    2) Kencur 2 rsj
    3) Bawang putih 5 siung
    4) Asam 4 mata
    5) Lombok merah 5 biji
    6) Garam 1 sendok makan
    7) Lada 1 sendok teh
    8) Daun kemangi sedikit
    9) Kemiri 5 biji

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Ayam dibersihkan, diberi garam dan lada, dibakar sampai kuning.
    2) Kelapa diparut, dibuat santan.
    3) Bumbu-bumbu dihaluskan, diberi santan, dimasak sampai mendidih sambil diaduk.
    4) Kuah dituangkan diatas ayam, diberi daun kemangi.

  • Resep Pencok Buwe (Bugis)

    1. BAHAN

    Kacang tunggak 1 liter

    2. BUMBU

    1) Kelapa untuk diparut 1 biji
    2) Sereh 5 batang
    3) Santan 1 gelas
    4) Bawang putih 1 siung
    5) Lada 10 biji
    6) Garam secukupnya

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Kacang tunggak dikukus sampai masak betul, ditumbuk sampai halus, ditambah kelapa parut.
    2) Lada, bawang putih, sereh, garam diuleg halus.
    3) Dicampurkan semuanya dan ditambah santan kental.

  • Resep Pelecing Ayam (Lombok)

    1. BAHAN

    Ayam sedang 1 ekor

    2. BUMBU

    1) Bawang putih 3 siung
    2) Terasi ¼ sendok teh
    3) Lombok merah 1 buah
    4) Minyak kelapa 2 sendok makan
    5) Lombok rawit 5 buah
    6) Garam secukupnya
    7) Jeruk limau 2 buah

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Ayam setelah dibersihkan dibelah pada bagian dadanya, semua isi perut dipisahkan dan ayam dibersihkan lagi. Ditusuk dengan bambu (katik), kemudian dipanggang diatas bara yang sedang, sampai matang.
    2) Bumbu-bumbu diuleg semua, setelah halus diberi minyak kelapa dan perasan jeruk limau. Jika bumbu ini terlalu kental, diberi air kira-kira satu sendok makan.
    3) Bumbu-bumbu tersebut diulaskan pada ayam yang telah dipanggang, kemudian dipanggang lagi diatas bara yang sedang panasnya sampai bumbunya masak.
    4) Kalau ingin lebih sedap lagi, diberi perasan jeruk limau lagi.

  • Resep Gagape (Makassar)

    1. BAHAN

    1) Daging 1 kg
    2) Minyak goreng 4 sendok makan
    3) Kelapa 1 butir

    2. BUMBU

    1) Lada halus 1 sendok teh
    2) Jinten ½ sendok teh
    3) Sereh 1 batang
    4) Kunyit 2 rsj
    5) Laos 2 potong
    6) Jahe 2 rsj
    7) Kemiri 6 biji
    8) Garam 1 sendok makan
    9) Ketumbar ½ sendok teh

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Kelapa diparut, separuhnya dibuat santan kental.
    2) Yang lain digoreng sangan sampai kuning, dan ditumbuk halus.
    3) Daging dibersihkan dan dipotong-potong.
    4) Bumbu-bumbu dihaluskan dan ditumis sampai kuning, kelapa gorengan dimasukkan.
    5) Setelah bumbu kelihatan menguning baik, baru diangkat.
    6) Daging yang dipotong-potong dimasak dengan santan.
    7) Bila santan telah mendidih, dimasukkan bumbu-bumbu tumis bersama daging, sampai daging lunak dan masak.