Category: Tips Pengolahan Pangan

  • Resep  Tip Membuat Tumpeng

    Resep Tip Membuat Tumpeng

    TIP MEMBUAT TUMPENG :
    • Agar nasi berwarna kuning tajam dan tidak pudar, pakailah kunyit tua (kunyit empu) segar, parut,
    saring/peras airnya agar ampas tidak mengotori nasi.
    • Campurkan air jeruk nipis ke dalam nasi aron, baru dikukus.
    • Agar rasa nasi lebih gurih, baunya wangi, dan tidak cepat basi, didihkan dahulu santan yang digunakan
    untuk mengaron beras bersama daun pandan, serai,daun jeruk, dan daun salam.
    • Agar tumpeng tidak mudah pecahADerantakan, campurkan sedikit beras ketan ke dalam nasi aron.
    Cetak nasi selagi panas, tekan-tekan sambil dipadatkan.
    Tutup dengan daun pisang atau plastik lengket sampai saat diartikan agar tumpeng tidak kering.
    • Agar penampilan tumpeng cantik dan proporsional, perhatikan perbandingan ukuran tinggi tumpeng dengan
    wadahnya. Sebaiknya tinggi tumpeng tidak melebihi 2/3 ukuran diameter alas/wadahnya.

  • Tip Kulit Lumpia  – I

    Tip Kulit Lumpia – I

    TIP (Kulit Lumpia Resep 1)
    1. Untuk hasil kulit yang lebih putih, adonan bisa dibuat tanpa minyak.
    2. Bila tanpa minyak, wajan harus dioles minyak saat pertama kali digunakan.
    Caranya, celupkan gumpalan kain pada minyak lalu lapkan pada wajan.
    Selanjutnya wajan tak perlu lagi diolesi minyak.
    3. Karena tanpa minyak, kulit akan lebih sulit mengelupas,
    tetapi hasil lumpia lebih renyah.
    4. Untuk hasil yang lebih baik, telur ayam bisa diganti telur bebek.
    Buang bagian mata yang ada ditelur agar tidak anyir.

  • Resep Tip Membentuk Bakso

    Resep Tip Membentuk Bakso

    TIP MEMBENTUK BAKSO :
    Anak-anak suka daging yang dibentuk bola-bola bagaikan bakso.
    Anda kesal karena harus memulungnya satu per satu sementara Anda tidak
    memiliki cukup waktu. Mengapa Anda tidak memanfaatkan sendok koktail saja.
    Pilih yang ukuran besar lalu sendokkan sambil memutarnya hingga dihasilkan
    bentuk bola. Keuntungannya bukan Cuma cepat, tetapi tangan Anda pun tidak kotor dan bentuk serta ukuran bakso pun sama dan seragam.

  • Resep Pengganti Mentega (Tip)

    Resep Pengganti Mentega (Tip)

    TIP PENGGANTI MENTEGA
    Sayuran rebus atau kentang goreng yang baru diangkat dan
    masih panas mengepul, memang enak bila langsung dilumuri mentega.
    Tetapi bagi beberapa orang. cara ini harus dihindari mengingat mentega memiliki kalori dan kolesterol yang cukup tinggi.
    Nah, ada cara lain yang membuat sayuran Anda tetap punya
    keharuman yang khas. Tambahkan sedikit air jeruk lemon.
    bila perlu sertakan juga parutannya.

  • Resep Tip Sisa Bubuk Roti

    Resep Tip Sisa Bubuk Roti

    SISA BUBUK ROTI
    TIP MENGOLAH SISA BUBUK ROTI :
    Bubuk roti yang kita gunakan untuk memanir kroket atau risoles seringkali berlebih. Gunakan lebihnya untuk mencampurnya dalam masakan. Misalnya, untuk galantin.Kalau lebihnya terlalu banyak, Anda bisa mencampurnya
    dengan telur dan membentuknya menjadi bola-bola lalu menggorengnya.
    Kudapan seperti ini biasanya disukai anak-anak.

  • Resep Cara Menyimpan Telur

    Resep Cara Menyimpan Telur

    Bila kita membeli telur di pedagang yang ramai jarang sekali mendapatkan telur lama
    ataupun rusak, karena stoknya cepat habis dan diganti yang baru. Berbeda bila kita
    membeli dari pedagang yang relatif sepi, kita harus hati-hati memilih telur. Berikut ini
    beberapa cara memilih dan menyimpan telur yang bisa kita jadikan pedoman.

    Telur segar mempunyai kekentalan yang baik, sehingga kuning telur terletak di
    tengah. Makin lama larutan didalamnya makin encer sehingga kuning telur berkeser
    ke tepi. Selain itu, kantung udara di bagian ujung membulat telur relatif kecil daripada
    telur segar, diameternya sekitar 1,5 cm.

    Kantong udara itu makin lama juga akan membesar. Berdasarkan sifat itu, saat
    memilih telur segar kita bisa menggunakan cara:
    1. Telur diletakkan di depan cahaya dan diteropong isinya sambil diputar-putar,
    – bila kuning telur bergeser, telur sudah kurang segar.
    – bila kuning telur sudah pecah dan bercampur berarti telur sudah rusak.
    2. Telur direndam dalam air tawar atau larutan garam 10% ( 1 sendok teh garam
    dalam 2 gelas air),
    – bila telur tenggelam, menandakan masih segar
    – bila sedikit terapung, berarti kantong udara di ujung telur membesar dan
    menandakan telur sudah lama
    – bila telur melayang dalam larutan, berarti telur sudah rusak
    3. Pengamatan kulit luar:
    – telur yang masih segar berwarna kulit cerah
    – telur yang sudah lama biasanya mempunyai warna kulit kusam/keruh, juga
    mulai timbul bintik-bintik hitam yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur.

    Kita sering membeli telur dalam jumlah banyak dan kita simpan untuk persiapan bila
    sewaktu-waktu dibutuhkan. Tahapan untuk persiapan penyimpanan telur, dapat
    berpedoman sebagai berikut:
    1. Sebelum disimpan, telur perlu dicuci lebih dulu untuk menghilangkan kotorankotoran
    yang biasanya berada dari kandang. Sebaiknya telur direndam dulu,
    supaya kotoran mudah lepas. Pencucian/penggosokan yang berlebihan
    mengakibatkan kulit telur menipis dan mudah pecah. selain itu, juga
    menyebabkan pelebaran pori-pori telur, sehingga bakteri mudak masuk dan
    merusak telur.
    2. Setelah dicuci, sebaiknya telur dicelupkan ke dalam minyak parafin cair (60
    derajad Celcius). Kemudian diangin-anginkan sehingga terbentuk lapisan tipis
    yang bisa menutupi pori-pori kuli telur dan ternidar dari serangan bakteri.
    3. Atau bisa juga dengan cara telur dicelupkan ke dalam air mendidih sebentar saja
    (sekitar 5 detik). Cara ini membentuk lapisan tipis sekeliling kulit telur bagian
    dalam akibat satu lapisan tipis putih telur terkoagulasi. Lapisan itu juga berfungsi
    menutup pori-pori kulit telur.
    4. Selanjutnya, telur siap disimpan dalam lemari pendingin, lebih baik lagi pada
    suhu 0 derajat Celsius agar telur bisa tetap segar dalam waktu lama.

  • Resep Cara Microwave Oven Bekerja

    Resep Cara Microwave Oven Bekerja

    Memiliki oven gelombang mikro (microwave oven) merupakan trend yang tengah
    melanda rumah tangga-rumah tangga perkotaan di Indonesia saat ini. Selain sebagai
    status simbol baru, karena harganya yang “aduhai” (meskipun kini cenderung makin
    menurun), kemampuannya untuk menyelesaikan tugas memasak yang hanya dalam
    hitungan detik merupakan daya tarik kuat bagi konsumen. Namun di balik “godaan”
    untuk memilikinya, kita mungkin perlu mengetahui bagaimana “tungku” canggih ini
    bekerja.

    Gelombang mikro (microwave) merupakan gelombang radio pendek berfrekuensi
    tinggi yang terletak di antara gelombang berfrekuensi sangat tinggi (infrared) dan
    gelombang radio konvensional. Microwave ini memiliki rentang panjang gelombang
    mulai dari 1 mm sampai dengan 30 cm. Gelombang ini dibangkitkan oleh tabung
    elektron khusus, seperti klystron dan magnetron (ini sebabnya microwave oven
    sering juga disebut magnetron). Biasanya tabung elektron tersebut dilengkapi
    dengan pengatur frekuensi baik berupa resonator, oscillator atau perangkat sejenis.
    Gelombang mikro telah diaplikasikan secara luas, seperti dalam radio, TV, radar,
    meteorologi, komunikasi satelit, pengukuran jarak jauh, dan untuk penelitian sifatsifat
    material.

    gambar

    Microwave oven beroperasi dengan pelepasan gelombang mikro oleh tabung
    elektron sehingga molekul-molekul air dalam makanan akan teragitasi, yang
    kemudian menimbulkan getaran, dan akhirnya akan memproduksi panas. Dalam
    oven ini, gelombang mikro akan masuk melalui bagian atas ruang oven yang
    dilengkapi dengan kipas pemusing yang bertugas untuk menyebarkan panas yang
    dihasilkan tadi ke seluruh bagian oven (lihat gambar). Kombinasi panas berintensitas
    tinggi dengan pusingan tadi menyebabkan cepatnya proses pemasakan. Uniknya panas yang dihasilkan ini tak dapat menembus wadah (container) logam, tetapi
    dapat dengan mudah menembus wadah non logam. Itu sebabnya makanan yang
    akan diolah dengan microwave oven dimasukkan dalam wadah khusus, biasanya
    terbuat dari plastik.

  • Resep Keputusan Konsumen

    Setiap kali memasuki pasar, baik pasar tradisional maupun pasar swalayan, kita
    sebagai konsumen pasti akan dihadapkan pada persoalan yang sama yaitu
    menentukan pilihan bahan pangan yang akan dibeli. Meskipun kita sudah menyiakan
    daftar belanjaan dari rumah, namun sesampainya di tempat pembelanjaan kita masih
    harus menentukan pilihan.

    Begitu juga saat kita harus membeli buah dan sayur. Misalnya, kita “sudah
    membulatkan tekad” untuk membeli jeruk atau apel, namun di depan rak (pasar
    swalayan) atau meja “dasaran “ (pasar tradisional) banyak macam buah yang
    didasarkan. Karena sesuatu hal barangkali kita masih harus menentukan
    pilihan,meski telah membawa daftar belanjaan.

    Atau tidak jarang kita harus menimbang-nimbang buah yang akan dibeli tadi satupersatu
    sebelum memasukkan dalam kantung belanjaan. Dan uniknya kejadian ini
    kejadian ini masih terjadi di negara-negara yang lebih maju, yang notabene
    pembakuan mutu bahan pangan (grading) sudah baik. Jadi pengelompokan mutu
    buah ke dalam kelas atau grade tertentu tidak otomatis menghilangkan
    kecenderungan melakukan seleksi. Rupanya memilih ketika berbelanja adalah suatu
    perilaku naluriah manusia yang sulit dihilangkan.

    Terlepas dari faktor harga, keputusan konsumen untuk memilih buah dari tumpukan
    sejenis dalam kotak “dasaran” semata-mata ditentukan oleh daya tarik visualnya
    (vissual appeal). Menurut sebuah hasil penelitian di Amerika Serikat pada tahun
    1989, 94% responden menyatakan tolok ukur pemilihan buah dan sayur adalah
    kenampakan luarnya, seperti: ukuran,bentuk,warna,mengkilat tidaknya (gloss), dan
    ketidakcacatan (absence of defects).

    Selain itu, terbukti pula pembelanja buah dan sayur umumnya melakukan proses
    pengambilan keputusan secara langsung ketika mereka berhadapan dengan rak
    atau meja “dasaran” di dalam pasar dan bukan hasil perencanaan sebelumnya.
    Itulah sebabnya kampanye buah dan sayur “bebas pestisida” banyak menjumpai
    kegagalan.

    Bukan saja karena harganya jauh lebih mahal, melainkan juga karena
    kecenderungan konsumen yang lebih mengutamakan “kulit” daripada “isi”. Mereka
    belum rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk buah dan sayur organik yang
    kenampakan luarnya tak berbeda dari buah dan sayur “biasa”.

  • Resep Bahan Pangan Dibekukan

    Beberapa tahun terakhir ini banyak bermunculan supermarket yang dapat
    diibaratkan bagaikan jamur di musim hujan. Kini sudah menjadi kebiasaan untuk
    berbelanja ke supermarket dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Termasuk
    didalamnya bahan-bahan pangan lokal sampai bahan pangan impor.

    Kalau kita melihat di bagian bahan-bahan pangan, terlihat beragam kemasan yang
    digunakan serta penempatan dari bahan-bahan tersebut. Ada yang dibiarkan di
    tempat terbuka tanpa pendinginan, ada yang ditempatkan dengan pendinginan tanpa
    pembungkus maupun dengan penmbungkus serta ada banah-bahan pangan yang
    ditempatkan di tempat khusus karena bahan pangan tersebut dibekukan.

    Khusus bahan pangan yang dibekukan, mengapa bahan pangan tersebut
    dibekukan? Bagaimana kualitasnya? Itu semua tentunya harus menjadi pertanyaan
    bagi kita semua sebelum mengkonsumsi, agar dapat memilih yang terbaik.
    Dalam teknologi pangan, khususnya bidang teknologi pengawetan, freezeburn yakni
    suatu perubahan citra rasa, perubahan warna, kehilangan zat gizi serta perubahan
    tekstur dari bahan pangan beku akan cepat terjadi jika bahan pangan disimpan pada
    suhu di atas minus 9o C. Untuk memperoleh hasil yang terbaik dari bahan pangan
    yang dibekukan, suhu penyimpanan harus dijaga agar konstan dan tidak boleh lebih
    tinggi dari minus 17o C, serta hrus diikuti dengan pengemasan yang baik atau
    memenuhi standar pengemasan untuk bahan pangan beku. Sebenarnya pembekuan
    hanya salat satu cara mengawetkan bahan pangan untuk jangka waktu tertentu,
    terutama dari pengaruh mikrobia sebelum dikonsumsi.

    Pengaruh langsung dari pembekuan terhadap bahan pangan adalah penurunan
    yang tajam dari populasi mikrobia yang ada pada suatu bahan pangan. Lalu,
    bagaimana cara mengolah dari bahan pangan beku tersebut agar aman serta
    mengurangi kualitas dari bahan pangan tersebut? Cara yang paling mudah adalah
    dengan sesegera mungkin mengolah menjadi makanan jadi atau masakan dan tidak
    menyisakan bahan tersebut kemudian dibekukan kembali.

    Jika hal ini dilakukan, yaitu pembekuan kembali bahan pangan yang sudah
    mengalami pencairan atau sering digunakan istilah proses thawling, bahan tersebut
    kualitasnya. Yakni kemungkinan berubah citra rasanya, tekstur maupun penurunan
    nilai gizinya.

    Satu hal lagi yang perlu diperhatikan yakni: proses thawing atau pencairan sebaiknya
    ditempat atau wadah yang tertutup. Hal ini untuk menghindari penambahan jumlah
    mikrobia yang tajam.

  • Resep Peranan Enzim Dalam Adonan Roti

    Enzim dihasilkan oleh sel-sel hidup, baik hewani maupun nabati. Bila digabungkan
    dengan bahan organik tertentu maka bisa mengubah susunan menjadi
    persenyawaan yang lebih sederhana, namun enzim itu tidak turut berubah.
    Sehingga enzim sering diartikan sebagai katalisator organik. Enzim sangat penting
    dalam kehidupan dan tidak ada organisme tumbuhan atau hewan yang dapat hidup
    tanpa enzim, maka tepung tidak akan memiliki sifat-sifat tertentu bila dalam biji
    gandum tidak ada enzim.

    Ada dua jenis enzim yang sangat penting, yaitu diastase dan protease. Diastase
    adalah suatu enzim kombinasi dari alpha dan beta amylase, dan berfungsi
    mengubah pati yang rusak menjadi gula maltose. Sehingga bila butir-butir pati rusak
    atau kurang tahan disenyawakan dengan diastase, maka alpha amylase akan
    mengubah pati menjadi dekstrin. Sedangkan beta amylase mengubah dekstrin dan
    pati hancur menjadi gula maltose. Selanjutnya gula maltose diubah oleh enzim
    maltose menjadi gula biasa, yang bila diasimilasikan dengan ragi akan menghasilkan
    karbondioksida yang dapat mengembangkan adonan, alkohol dan sejumlah kecil
    bahan lain seperti asam.

    Enzim protease berfungsi melembekkan, melembutkan atau menurunkan gluten
    yang membentu protein. Sehingga bila ingin memperoleh adonan roti yang baik
    maka sedikit enzim protease perlu disertakan.

    Tiga hal yang dapat mempengaruhi kegiatan enzim yaitu : suhu atau temperatur,
    kemasaman dan jangka waktu. Kegiatan enzim akan meningkat bila suhu dinaikkan
    hingga 145o F, selanjutnya diatas suhu tersebut kegiatan enzim akan menurun
    sehingga akhirnya berhenti bekerja. Sedangkan pada adonan yang bersifat masam
    yaitu antara pH 4,6 – 4,8 maka akan terbentuk maltose dalam jumlah besar. Jangka
    waktu juga memegang peranan penting terhadap kegiatan enzim, makin lama enzim
    bereaksi dalam suatu bahan makin banyak produksi yang dapat dicapai, sehingga
    enzim akan terus bekerja selama ada bahan tempat enzim tersebut bereaksi.

    Berikut ini ada beberapa fungsi enzim dalam peragian, yaitu: (1) dari bahan tepung
    dan sirup malt, enzim diastase berguna mencairkan pati, dan mengubah pati cair
    menjadi gula malt (jelai), (2) dari bahan tepung dan sirup malt, enzim protease
    berguna melembutkan gluten sehingga adonan roti dapat mengembang, (3) dari
    sumber ragi, enzim invertase dapat mengubah gula tebu menjadi gula campuran
    (invert sugar), (4) dari sumber ragi, enzim maltase dapat mengubah gula malt
    menjadi gula dekstrose, (5) dari sumber ragi, enzim zymase dapat mengubah gula campuran dan gula dektrose menjadi gas karbondioksida yang mengembangkan
    adonan dan alkohol yang hilang dari dalam roti selama proses pembakaran atau
    oven.