Author: admin

  • Resep Semur Goreng (Samarinda)

    Resep Semur Goreng (Samarinda)

    1. BAHAN

    Ayam ekor

    2. BUMBU

    1) Bawang merah 6 buah
    2) Garam 1 sendok makan
    3) Bawang putih 2 siung
    4) Kecap 4 sendok makan
    5) Daun salam 2 lembar
    6) Minyak 4 sendok makan
    7) Cuka 2 sendok makan

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Ayam dipotong-potong, diremas-remas dengan cuka, kecap dan daun salam.
    2) Direbus sampai masak.
    3) Bawang merah dan bawang putih diiris terus digoreng.
    4) Dicampurkan kedalam rebusan, ditambah garam direbus sampai masak.

  • Resep Semur Jengkol (Pasarminggu)

    Resep Semur Jengkol (Pasarminggu)

    1. BAHAN

    1) Jengkol 1 ons
    2) Minyak goreng 2 sendok makan

    2. BUMBU

    1) Bawang merah 3 buah
    2) Jahe 1 iris
    3) Bawang putih 2 siung
    4) Kecap 4 sendok makan
    5) Lada 1 sendok teh
    6) Garam 1 sendok teh

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Jengkol dibersihkan, dikupas, dibelah dua, direbus sampai masak.
    2) Setelah masak airnya dibuang, dicuci lagi.
    3) Bumbu dihaluskan ditumis dengan minyak.
    4) Jengkol dimasukkan diberi sedikit air, ditambah kecap, direbus sampai masak.

  • Resep Semur Daging (Bogor)

    Resep Semur Daging (Bogor)

    1. BAHAN

    1) Daging sapi ½ kg
    2) Margarine 4 sendok makan

    2. BUMBU

    1) Bawang merah 8 buah
    2) Garam 1 sendok makan
    3) Pala halus ¼ sendok teh
    4) Kecap 3 sendok makan
    5) Lada ½ sendok teh

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Daging dicuci, dipotong-potong lebar, tipisnya ½ cm.
    2) Bawang merah sebagian diiris tipis, digoreng sampai kuning.
    3) Bumbu lainnya dihaluskan, ditumis, daging dimasukkan digoreng sampai keluar airnya.
    4) Ditambah kecap, direbus terus dengan air 2 gelas sampai dagingnya empuk.
    5) Dihidangkan dengan ditaburi bawang merah goreng.

  • Resep Soto Pamekasan (Madura)

    Resep Soto Pamekasan (Madura)

    1. BAHAN

    1) Ayam ¼ kg
    2) Kentang ½ ons
    3) Taoge ½ ons
    4) Telur 2 butir
    5) Tepung beras 2 sendok makan

    2. BUMBU

    1) Bawang merah 5 buah
    2) Laos 1 potong
    3) Bawang putih 5 siung
    4) Jahe 1 rsj
    5) Lombok merah 3 biji
    6) Garam 1 sendok makan
    7) Terasi 1 sendok teh
    8) Soun 1 ikat

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Ayam direbus.
    2) bumbu-bumbu dihaluskan, ditumis sampai terpisah dengan minyaknya. Sebagian bawang merah diiris tipis digoreng. Bumbu dimasukkan kedalam rebusan ayam, direbus sampai daging empuk.
    3) Kentang diiris persegi empat tipis, digoreng. Sebagian dibuat perkedel, yaitu campuran kentang, 1 butir telur dan garam digoreng bulat-bulat.
    4) Taoge, tepung beras, garam ditambah air sampai dapat dibentuk, digoreng bundar-bundar, kua namanya.
    5) Telur direbus, sudah masak diiris-iris.
    6) Menghidangkannya dilengkapi dengan lontong, jeruk nipis dan sambal.
    Caranya :
    Lontong diiris ditaruh dalam piring, daging ayam disobek-sobek ditaruh di atasnya, kripik kentang, perkedel, kua, telur rebus dituangi kuah, diberi bawang merah.

  • Resep Soto Madura (Madura)

    Resep Soto Madura (Madura)

    1. BAHAN

    1) Ayam ¼ kg
    2) Kentang ½ ons
    3) Taoge ½ ons
    4) Telur 2 btr
    5) Tepung beras 2 sdm

    2. BUMBU

    1) Bawang merah 5 bh
    2) Laos 1 ptg
    3) Bawang putih 5 siung
    4) Jahe 1 rsj
    5) Lombok merah 3 bj
    6) Garam 1 sdm
    7) Terasi 1sdt t tgk
    8) Laos 1 ptg
    9) Jeruk nipis 1 btr

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Daging ayam direbus, dicabik-cabik (disuwir) tipis.
    2) kentang, telur direbus diiris-iris.
    3) Bawang merah 7 butir diiris tipis digoreng. Bumbu dihaluskan ditumis, ditambah kaldu ayam.
    4) Kelapa diparut dibuat santan 2 gelas, kemudian ditambahkan dalam air kaldu dan bumbu.
    5) Soun direndam dalam air panas 2 menit.
    6) Seledri dan daun bawang diiris-iris.
    7) Menghidangkan dalam mangkok berturut-turut disusun ; irisan kentang, taoge, garam halus, kripik kentang, sayuran, ayam kemudian disiram kuah dan air jeruk. Ditaburi bawang merah goreng.
    Biasanya dimakan dengan sambal bawang dan cuka.

  • Resep Soto Banten (Banten)

    Resep Soto Banten (Banten)

    1. BAHAN

    1) Isi perut 1 kg
    2) Minyak 1 cangkir
    3) Kelapa 1 butir

    2. BUMBU

    1) Bawang merah 20 buah
    2) Lombok merah 10 biji
    3) Bawang putih 10 siung
    4) Lada halus ½ sendok teh
    5) Jahe 2 rsj
    6) Garam 1 sendok makan

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Isi perut direbus sampai empuk.
    2) Diangkat dari perebusan dan digoreng.
    3) Kelapa diparut dibuat santan kental.
    4) Bumbu-bumbu dihaluskan, lalu dimasukkan ke air perebusan tadi beserta santan.
    5) Jika menghidangkan gorengan isi perut dipotong kecil-kecil, ditambahkan, perkedel, emping, bawang goreng, tomat dan sambel.

  • Resep Soto Kedu (Kedu)

    Resep Soto Kedu (Kedu)

    1. BAHAN

    1) Kol ¼ butir
    2) Daging ½ kg
    3) Tauge ¼ kg
    4) Tempe bosok 1 potong

    2. BUMBU

    1) Bawang merah 5 buah
    2) Laos 1 potong
    3) Bawang putih 2 siung
    4) Jahe 1 rsj
    5) Tomat 1 ons
    6) Salam 2 lembar
    7) Ketumbar ½ sendok teh
    8) Gula merah 1 sendok makan
    9) Lada putih ½ sendok teh
    10) Garam 1 sendok makan

    3. CARA PEMBUATAN

    1) Daging direbus sampai masak lalu dipotong-potong.
    2) Kol diiris.
    3) Tauge dibersihkan.
    4) bumbu dihaluskan kecuali salam, laos, jahe, tempe bosok dipotongpotong.
    5) Dimasak dengan air kaldu, sampai mendidih.
    6) Sayuran dimasukkan, direbus sampai masak.

  • Resep Keputusan Konsumen

    Setiap kali memasuki pasar, baik pasar tradisional maupun pasar swalayan, kita
    sebagai konsumen pasti akan dihadapkan pada persoalan yang sama yaitu
    menentukan pilihan bahan pangan yang akan dibeli. Meskipun kita sudah menyiakan
    daftar belanjaan dari rumah, namun sesampainya di tempat pembelanjaan kita masih
    harus menentukan pilihan.

    Begitu juga saat kita harus membeli buah dan sayur. Misalnya, kita “sudah
    membulatkan tekad” untuk membeli jeruk atau apel, namun di depan rak (pasar
    swalayan) atau meja “dasaran “ (pasar tradisional) banyak macam buah yang
    didasarkan. Karena sesuatu hal barangkali kita masih harus menentukan
    pilihan,meski telah membawa daftar belanjaan.

    Atau tidak jarang kita harus menimbang-nimbang buah yang akan dibeli tadi satupersatu
    sebelum memasukkan dalam kantung belanjaan. Dan uniknya kejadian ini
    kejadian ini masih terjadi di negara-negara yang lebih maju, yang notabene
    pembakuan mutu bahan pangan (grading) sudah baik. Jadi pengelompokan mutu
    buah ke dalam kelas atau grade tertentu tidak otomatis menghilangkan
    kecenderungan melakukan seleksi. Rupanya memilih ketika berbelanja adalah suatu
    perilaku naluriah manusia yang sulit dihilangkan.

    Terlepas dari faktor harga, keputusan konsumen untuk memilih buah dari tumpukan
    sejenis dalam kotak “dasaran” semata-mata ditentukan oleh daya tarik visualnya
    (vissual appeal). Menurut sebuah hasil penelitian di Amerika Serikat pada tahun
    1989, 94% responden menyatakan tolok ukur pemilihan buah dan sayur adalah
    kenampakan luarnya, seperti: ukuran,bentuk,warna,mengkilat tidaknya (gloss), dan
    ketidakcacatan (absence of defects).

    Selain itu, terbukti pula pembelanja buah dan sayur umumnya melakukan proses
    pengambilan keputusan secara langsung ketika mereka berhadapan dengan rak
    atau meja “dasaran” di dalam pasar dan bukan hasil perencanaan sebelumnya.
    Itulah sebabnya kampanye buah dan sayur “bebas pestisida” banyak menjumpai
    kegagalan.

    Bukan saja karena harganya jauh lebih mahal, melainkan juga karena
    kecenderungan konsumen yang lebih mengutamakan “kulit” daripada “isi”. Mereka
    belum rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk buah dan sayur organik yang
    kenampakan luarnya tak berbeda dari buah dan sayur “biasa”.

  • Resep Bahan Pangan Dibekukan

    Beberapa tahun terakhir ini banyak bermunculan supermarket yang dapat
    diibaratkan bagaikan jamur di musim hujan. Kini sudah menjadi kebiasaan untuk
    berbelanja ke supermarket dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Termasuk
    didalamnya bahan-bahan pangan lokal sampai bahan pangan impor.

    Kalau kita melihat di bagian bahan-bahan pangan, terlihat beragam kemasan yang
    digunakan serta penempatan dari bahan-bahan tersebut. Ada yang dibiarkan di
    tempat terbuka tanpa pendinginan, ada yang ditempatkan dengan pendinginan tanpa
    pembungkus maupun dengan penmbungkus serta ada banah-bahan pangan yang
    ditempatkan di tempat khusus karena bahan pangan tersebut dibekukan.

    Khusus bahan pangan yang dibekukan, mengapa bahan pangan tersebut
    dibekukan? Bagaimana kualitasnya? Itu semua tentunya harus menjadi pertanyaan
    bagi kita semua sebelum mengkonsumsi, agar dapat memilih yang terbaik.
    Dalam teknologi pangan, khususnya bidang teknologi pengawetan, freezeburn yakni
    suatu perubahan citra rasa, perubahan warna, kehilangan zat gizi serta perubahan
    tekstur dari bahan pangan beku akan cepat terjadi jika bahan pangan disimpan pada
    suhu di atas minus 9o C. Untuk memperoleh hasil yang terbaik dari bahan pangan
    yang dibekukan, suhu penyimpanan harus dijaga agar konstan dan tidak boleh lebih
    tinggi dari minus 17o C, serta hrus diikuti dengan pengemasan yang baik atau
    memenuhi standar pengemasan untuk bahan pangan beku. Sebenarnya pembekuan
    hanya salat satu cara mengawetkan bahan pangan untuk jangka waktu tertentu,
    terutama dari pengaruh mikrobia sebelum dikonsumsi.

    Pengaruh langsung dari pembekuan terhadap bahan pangan adalah penurunan
    yang tajam dari populasi mikrobia yang ada pada suatu bahan pangan. Lalu,
    bagaimana cara mengolah dari bahan pangan beku tersebut agar aman serta
    mengurangi kualitas dari bahan pangan tersebut? Cara yang paling mudah adalah
    dengan sesegera mungkin mengolah menjadi makanan jadi atau masakan dan tidak
    menyisakan bahan tersebut kemudian dibekukan kembali.

    Jika hal ini dilakukan, yaitu pembekuan kembali bahan pangan yang sudah
    mengalami pencairan atau sering digunakan istilah proses thawling, bahan tersebut
    kualitasnya. Yakni kemungkinan berubah citra rasanya, tekstur maupun penurunan
    nilai gizinya.

    Satu hal lagi yang perlu diperhatikan yakni: proses thawing atau pencairan sebaiknya
    ditempat atau wadah yang tertutup. Hal ini untuk menghindari penambahan jumlah
    mikrobia yang tajam.

  • Resep Peranan Enzim Dalam Adonan Roti

    Enzim dihasilkan oleh sel-sel hidup, baik hewani maupun nabati. Bila digabungkan
    dengan bahan organik tertentu maka bisa mengubah susunan menjadi
    persenyawaan yang lebih sederhana, namun enzim itu tidak turut berubah.
    Sehingga enzim sering diartikan sebagai katalisator organik. Enzim sangat penting
    dalam kehidupan dan tidak ada organisme tumbuhan atau hewan yang dapat hidup
    tanpa enzim, maka tepung tidak akan memiliki sifat-sifat tertentu bila dalam biji
    gandum tidak ada enzim.

    Ada dua jenis enzim yang sangat penting, yaitu diastase dan protease. Diastase
    adalah suatu enzim kombinasi dari alpha dan beta amylase, dan berfungsi
    mengubah pati yang rusak menjadi gula maltose. Sehingga bila butir-butir pati rusak
    atau kurang tahan disenyawakan dengan diastase, maka alpha amylase akan
    mengubah pati menjadi dekstrin. Sedangkan beta amylase mengubah dekstrin dan
    pati hancur menjadi gula maltose. Selanjutnya gula maltose diubah oleh enzim
    maltose menjadi gula biasa, yang bila diasimilasikan dengan ragi akan menghasilkan
    karbondioksida yang dapat mengembangkan adonan, alkohol dan sejumlah kecil
    bahan lain seperti asam.

    Enzim protease berfungsi melembekkan, melembutkan atau menurunkan gluten
    yang membentu protein. Sehingga bila ingin memperoleh adonan roti yang baik
    maka sedikit enzim protease perlu disertakan.

    Tiga hal yang dapat mempengaruhi kegiatan enzim yaitu : suhu atau temperatur,
    kemasaman dan jangka waktu. Kegiatan enzim akan meningkat bila suhu dinaikkan
    hingga 145o F, selanjutnya diatas suhu tersebut kegiatan enzim akan menurun
    sehingga akhirnya berhenti bekerja. Sedangkan pada adonan yang bersifat masam
    yaitu antara pH 4,6 – 4,8 maka akan terbentuk maltose dalam jumlah besar. Jangka
    waktu juga memegang peranan penting terhadap kegiatan enzim, makin lama enzim
    bereaksi dalam suatu bahan makin banyak produksi yang dapat dicapai, sehingga
    enzim akan terus bekerja selama ada bahan tempat enzim tersebut bereaksi.

    Berikut ini ada beberapa fungsi enzim dalam peragian, yaitu: (1) dari bahan tepung
    dan sirup malt, enzim diastase berguna mencairkan pati, dan mengubah pati cair
    menjadi gula malt (jelai), (2) dari bahan tepung dan sirup malt, enzim protease
    berguna melembutkan gluten sehingga adonan roti dapat mengembang, (3) dari
    sumber ragi, enzim invertase dapat mengubah gula tebu menjadi gula campuran
    (invert sugar), (4) dari sumber ragi, enzim maltase dapat mengubah gula malt
    menjadi gula dekstrose, (5) dari sumber ragi, enzim zymase dapat mengubah gula campuran dan gula dektrose menjadi gas karbondioksida yang mengembangkan
    adonan dan alkohol yang hilang dari dalam roti selama proses pembakaran atau
    oven.