Category: News

  • Resep Keripik Bonggol Pisang 1

    Resep Keripik Bonggol Pisang 1

    INFO :
    Satu lagi bagian tanaman pisang yang bisa dimanfaatkan, yaitu bonggol pisang. Sebenarnya bonggol pisang adalah batang dari tanaman pisang dan berada pada bagian paling bawah dari tanaman pisang.
    Dari analisis yang telah dilakukan, keripik bonggol pisang berserat tinggi, sebesar 21,2 % selain mempunyai kandungan protein 5,88 % dan karbohidrat 66,2%.
    Teknologi pengolahan bonggol pisang pernah disosialisasikan oleh kementerian Riset dan Teknologi dalam
    bentuk buku saku. Sementara cara pembuatan keripik bonggol pisang dengan teknik yang berbeda juga dikemukakan oleh Arko Jatmiko Wicaksono bersama dua rekannya. Mereka adalah siswa SMUN 6 Yogyakarta tahun 2003. Teknik yang mereka kemukakan berhasil memperoleh penghargaan dari
    World Intellectual Property Organization (WIPO) pada Oktober 2003.
    Cara yang akan kita pelajari merupakan gabungan antara teknik yang disosialisasikan oleh Kementerian Riset dan Teknologi dan cara yang dirangkum oleh Arko Jatmiko Wicaksono.
    KRIPIK BONGGOL PISANG (CARA 1)
    BAHAN :
    • Pilih bonggol pisang yan gbaik tetapi tidak mengganggu kehidupan rumpun tanaman pisang itu sendiri.
    • Biasanya bagian bonggol dari tanaman yang telah dipanen tepat untuk digunakan.
    Bonggol dari semua jenis pisang memungkinkn untuk digunakan.
    PEMBERSIHAN :
    • Setelah bonggol dipisah dari rumpunnya, dibersihan dengan cara mengupas bagian luarnya dan di cuci hingga bersih.
    CARA PEMBUATAN KRIPIK BONGGOL PISANG (CARA 1) :
    1. Bonggol pisang dipotong kecil-keci, kemudian dihancurkan, dapat
    menggunakan blender, tetapi bisa menggunakan penumbuk atau lumpang.
    Tambahkan air secukupnya hingga membentuk campuran kental seperti bubur.
    Untuk menambah cita rasa keripik, saat penumbukkan ini bisa dicampurkan
    bumbu sesuai selera dan potensi di daerah.
    2. Adonan dibentuk sesuai selera dan djemur hingga kering. Untuk menentukan
    kekeringan yang optimal yaitu dapat dengan melihat penampakan fisik, bobot,
    dan mematahkannya.
    3. Setelah adonan kering, salah satu tandanya dapat dengan mudah dipatahkan,
    siapakan minyak gorengan dalam penggorengan.
    4. Goreng dalam minyak goreng yang cukup panas, matang, angkat, tiriskan, sajikan , simpan dalam toples tertutup rapat.

  • Tausa (Isian Kacang Hitam)

    Tausa (Isian Kacang Hitam)

    TAUSA ( ISIAN KACANG HITAM)
    Tausa atau isian kacang hitam untuk isi bakpia atau bakpau. dibuat dari kacang hijau dan
    beberapa bahan lainnya yang dimasak hingga berwarna hitam pekat.
    BAHAN:
    • Kacang hijau pakai kulit 1 kg, rebus hingga lunak, lalu blender halus
    • Daun pandan 2 lembar
    • Tawas hijau 1 sendok teh, tumbuk halus, lalu campur dengan 3 sendok makan air teh
    • Gula pasir 250 gram
    • Pewarna hitam 1 sendok makan
    • Minyak goreng 200 gram
    • Glukosa 3 sendok makan
    • Vanili cair 1 sendok makan
    CARA MEMBUAT TAUSA ( ISIAN KACANG HITAM):
    1. Masak kacang hijau yang telah dihaluskan bersama pandan, tawas,
    pewarna hitam hingga airnya agak habis.
    2. Tambahakan gula pasir dan minyak goreng lalu aduk rata, masak terus hingga
    tercampur rata dan adonan kalis.
    3. Tambahkan glukosa dan vanili, aduk rata dan angkat, lalu blender sekali lagi biar lebih halus.
    4. Tausa siap digunakan sebagai bahan isian.

  • Dendeng Jantung Pisang

    Dendeng Jantung Pisang

    • Jantung pisang mempunyai kondisi fisik yang khas sehingga memungkinkan untuk diolah menjadi dendeng buatan.
    Hasilnya sangat sama dengan dendeng asli berbahan daging. Sehingga untuk menekan biaya produksi pembuatan
    dendeng, jantung pisang bisa digunakan sebagai bahan tambahan.
    • Dengan teknik ini bisa untuk membuat “daging palsu” yang sangat cocok untuk para vegetarian, setelah mengganti bahan yang ada dengan bahan nabati seluruhnya.
    BAHAN :
    • Jantung pisang 4 buah,
    • ketumbar 1 sendok makan,
    • ikan teri 5o gr,
    • bawang merah 10 biji,
    • bawang putih 4 siung dan
    • gula merah secukupnya.
    CARA MEMBUAT DENDENG JANTUNG PISANG :
    • Pilih empat buah jantung pisang yang masih segar dan mulus, buang kelopak atau pembungkus jantung bagian luar
    hingga tampak kelopak bagian dalam yang berwarna putih kemerah-merahan, cuci hingga bersih.
    • Rebus jantung pisang tersebut hingga lunak.
    • Tumbuk jantung pisang yang telah direbus hingga halus
    • Haluskan bumbu (ketumbar, ikan teri, bawang merah, bawang putih) dan masak dalam wajan.
    • Masukkan jantung pisang yang telah ditumbuk ke dalam wajan berisi bumbu. Aduk-aduk hingga sungguh-sungguh
    merata, dan kemudian tambahkan gula merah sebagai penambah cita rasa.
    Iris gula merah agar mudah tercampur.
    • Setelah masak dan bumbu tercampur merata, angkat adonan dendeng tersebut dan segera cetak di atas tampah.
    • Jemurlah dendeng selama 2-3 hari hingga kering.
    • Ukuran dan bentuk cetakan dendeng jantung pisang disesuaikan dengan selera.
    • Goreng dendeng jantung pisang hingga masak.
    • Dendeng siap konsumsi

  • Info Sale Pisang

    Info Sale Pisang

    CARA PEMBUATAN SALE PISANG
    • Pisang sale adalah pisang matang konsumsi yang telah dikeringkan. Pengeringan menyebabkan kadar air turun dan secara relatif kadar gula naik. Kondisi ini yang menyebabkan pisang menjadi awet. Olahan ini sangat populer dan sudah banyak diusahakan secara luas karena sebagai jalan keluar ketika produksi pisang berlebihan.
    • Warna pisang sale berkisar antara coklat muda sampai coklat kehitaman. Pengeringan menggunakan panas matahari adalah teknik yang paling banyak digunakan dengan alas an perhitungan biaya produksi. Tetapi ada beberapa hal yang tidak menguntungkan dengan menggunakan cara ini. Pertama, masa
    penjemuran memerlukan waktu beberapa hari sehingga irisan pisang banyak dikotori oleh debu. Kedua, pada awal penjemuran dimana kadar air masih banyak akan disukai lalat sehingga dari
    segi kesehatan olahan akan dipertanyakan. Diperkirakan banyak kontaminasi dari mikroba lain saat penjemuran awal dan kondisi masih agak basah.
    • Untuk menghindari debu, hinggapnya lalat, dan kontaminasi mikroba bisa menggunakan wadah kotak
    penjemuran yang tertutup di bagian samping, sedangkan di atasnya diberi lapisan plastik mika. Hanya saja wadah penjemuran semacam ini memerlukan investasi yang lebih tinggi meski tidak terlalu mahal.

    • Ada 3 cara pembuatan sale pisang, yaitu
    – Cara pengasapan dengan menggunakan asap belerang
    – Cara basah dengan menggunakan natrium bisulfit
    – Cara tradisional dengan menggunakan asap kayu

    Tahapan pembuatan menurut tiap cara di atas, menyelaraskan kondisi lokasi kita untuk memutuskan
    cara terbaik yang akan dipilih. Dengan demikian, biaya produksi paling efektif yang akan Anda dapat.

    Resep Sale Pisang Basah

  • Sale Pisang (Asab Belerang)

    Sale Pisang (Asab Belerang)

    Penampilan akan sangat menentukan kualitas sale. Dengan teknik khusus, pisang bisa dibuat menjadi sale yang berpenampilan menarik selain rasa dan aromanya tetap menarik, yaitu menggunakan proses pengasapan belerang. Proses pengasapan dengan menggunakan belerang berguna untuk memucatkan pisang supaya diperoleh warna yang dikehendaki, mematikan mikroba (jamur, bakteri), dan mencegah perubahan warna.
    BAHAN :
    1. Pisang yang telah matang konsumsi dan manis rasanya.
    2. Gula pasir halus yang putih dan bersih.
    Gula hanya digunakan untuk mengolah pisang yang tidak manis rasanya.
    CARA PEMBUATAN SALE PISANG (ASAB BERELANG) :
    • Pisang dikupas kemudian permukaan daging buah dikerik. Jika pisang berukuran besar, pisang dapat dibelah dua memanjang. Agar warna pisang sale lebih cerah dan muda, pisang perlu diasapi dengan gas SO 2. Pengasapanmenggunakan lemari pengasap. Pisang disusun di atas rak yang dibuat dari anyaman lidi atau bambu. Di dasar lemari dibakar belerang. Setelah itu, lemari ditutup rapat kecuali saluran udara pembakaran. Setiap kilogram pisang memerlukan 2-4 gram belerang. Pisang diasapi di dalam lemari pembakaran selama 10 menit.
    • Pisang yang rasanya kurang manis, setelah pengasapan ditaburi gula pasir sehingga seluruh permukaannya tertutup lapisan tipis gula. Pisang tersebut diletakkan di atas nampan, kemudian dijemur. Pada hari kedua, pisang yang masih basah dapat ditekan dengan papan agar sedikit pipih. Jika penekanan
    terlalu kuat, pisang akan retak atau pecah. Penekanan ini diulangi setiap hari sampai bahan agak kering. Bahan yang agak kering menjadi agak alot, lentur, dan tidak mudah patah. Produk yang diperoleh dari proses ini disebut sebagai pisang sale segar.
    • Jika menginginkan pengeringan yang lebih cepat, pisang dapat dikeringkan
    dengan menggunakan alat pengering. Pengeringan akan berlangsung antara
    18 sampai 24 jam pada suhu pengeringan antara 50°C- 70°C. Selama
    pengeringan, sekali dalam 3 jam, pisang dapat juga ditekan agar semakin
    pipih. Pengeringan dilakukan sampai kadar air di bawah 18%. Produk yang
    diperoleh disebut sebagai pisang sale segar.
    (**)
    Pisang sale segar dapat digoreng. Terlebih dahulu pisang sale dicelupkan ke dalam adonan tepung beras. Adonan ini terdiri dari campuran tepung beras (1 bagian), air (4 bagian), garam dan tepung kayu manis (secukupnya). Setelah itu, pisang sale digoreng dengan minyak panas (170°C) sampai garing.
    Produk yang diperoleh disebut pisang sale goreng. Pisang sale segar atau pisang sale goreng dapat dikemas didalam kantong plastik.

  • Selai Pisang

    Selai Pisang

    SELAI PISANG
    Selai pisang adalah bahan berupa pasta yang berkadar gula tinggi dan dibuat dari bubur pisang. Selai umumnya terbuat dari stroberi atau nanas dan digunakan sebagai pelengkap makan roti atau bahan pembuat kue. Jika dibandingkan dengan pembuatan selai stroberi atau nanas, pembuatan selai pisang
    tidak sulit dan biayanya pun tidak mahal.
    BAHAN :
    1. Pisang yang telah matang konsumsi dan daging buah telah lunak serta pisang yang hampir matang konsumsi tapi daging buah masih agak keras.
    2. Gula pasir halus yang putih bersih, asam sitrat, tepung agaragar.
    CARA PEMBUATAN SELAI PISANG :
    1. Pisang yang hampir matang konsumsi dicacah berbentuk kotak (3-4 mm), kemudian diberikan
    pelumuran gula 3 kali. Pelumuran pertama : cacahan pisang dilumuri dengan gula halus.
    Tiap 1 kg cacahan memerlukan 300 gram gula.
    Setelah itu cacahan disimpan di dalam lemari pendingin selama 48 jam.
    Selama penyimpanan, cairan buah akan keluar.
    Cairan buah ini dipisahkan dan disimpan pada suhu dingin.
    Cairan ini disebut ekstrak buah bergula.
    2. Pelumuran kedua: cacahan pisang dlumuri lagi dengan gula halus. Tiap 1 kg cacahan memerlukan
    250 gram gula. Setelah itu cacahan disimpan di dalam lemari pendingin selama 48 jam.
    Selama penyimpanan, cairan buah masih keluar.
    Cairan buah ini dipisahkan dan disimpan pada suhu dingin.
    3. Pelumuran ketiga : cacahan pisang dilumuri lagi dengan gula halus. Tiap 1 kg cacahan memerlukan
    200 gram gula. Setelah itu cacahan disimpan di dalam lemari pendingin selama 48 jam.
    Selama penyimpanan, cairan buah masih keluar. Cairan buah ini dipisahkan dan disimpan pada suhu
    dingin. Sekarang cacahan pisang disebut sebagai manisan cacahan pisang.
    4. Pembuatan bubur buah. Pisang matang konsumsi disimpan di dalam lemari pendingin selama semalam,
    kemudian dikupas dan digiling sampai menjadi bubur halus. Hal ini harus dikerjakan cepat agar selama
    pengerjaan buah belum berubah menjadi kehitaman.
    5. Bubur buah ditambah tepung agar dan diaduk rata. Tiap 1 kg bubur buah ditambah 6 gram tepung agar.
    Selanjutnya bubur buah dimasak sampai mendidih dengan api sedang. Setelah mendidih, bubur buah
    ditambah asam sitrat, gula pasir halus, dan cairan ekstrak bergula.
    6. Tiap 1 kg bubur ditambah dengan, 5 gram asam sitrat, 1.260 gram gula pasir halus, dan seluruh cairan
    ekstrak buah bergula yang diperoleh dari penggulaan 100 gram cacahan pisang.
    7. Setelah penambahan bahan tersebut, pemasakan diteruskan dengan api kecil sambil diaduk selama
    5 menit. Kemudian api dimatikan dan ke dalam selai pisang ditambahkan manisan cacahan pisang dan
    esens pisang secukupnya. Tiap 1 kg bubur pisang ditambah dengan 100 gram manisan cacahan pisang.
    Produk yang diperoleh disebut selai pisang. Penyiapan botol. Botol kaca dibersihkan bagian dalam dan
    permukaannya. Bilas sampai bersih, kemudian botol direbus di dalam air mendidih selama 30 menit.
    Keringkan dan pada saat botol masih panas, selai yang masih panas dimasukkan ke dalam botol sampai
    permukaan selai 1 cm dari bibir botol paling atas.

  • Resep Manisan Pisang

    Resep Manisan Pisang

    Manisan buah yang sudah lazim biasanya dibuat dari buah cerme juga mangga. Produk ini merupakan bahan setengah kering dengan kadar air sekitar 30% dan kadar gula tinggi (>6o%).
    Kondisi ini memungkinkan manisan dapat disimpan lama karena kebanyakan mikroba tidak dapat tumbuh pada bahan. Manisan pisang belum dikenal oleh masyarakat dan produk ini belum tersedia di pasaran. Walaupun demikian, produk ini merupakan alternatif sederhana, biaya tidak mahal dan penampilan produk cukup menarik.
    BAHAN :
    1. Buah pisang yang telah matang konsumsi (manis), tapi masih agak keras sejumlah 10 kg.
    2. Larutan gula pasir yang berwarna putih dan bersih diperlukan untuk merendam irisan pisang agar gula
    meresap ke dalam jaringan buah. Gula dilarutkan sampai konsentrasi 40%, untuk mendapatkannya
    larutkan 400 g gula dengan air sampai volumenya 1 liter. Jumlah larutan yang dibutuhkan 5 liter.
    3. Pengawet yang digunakan adalah sodium benzoat (10 gram). Senyawa ini dapat menghambat
    pertumbuhan mikroba perusak makanan.
    4. Asam sitrat (io gram) diperlukan untuk mengasamkan atau menurunkan pH menjadi 3,8 – 4,4.
    Kondisi asam atau pH rendah dapat menghambat pertumbuhan mikroba perusak.
    5. Larutan penguat jaringan buah digunakan untuk menguatkan jaringan irisan buah.
    Larutan ini mengandung ion Ca+ 2 . Ion tersebut diperoleh dengan melarutkan CaCo3 (kapur sirih).
    Kapur sirih merupakan senyawa sumber ion Ca+ 2 yang paling murah dan paling mudah ditemui di
    pasaran. Kapur sirih dilarutkan di dalam air dengan konsentrasi 0,2 0,3%.
    Untuk mendapatkan 1 liter larutan kapur tersebut dilarutkan 2 sampai 3 gram kapur sirih ke dalam
    1 liter air. Jumlah larutan yang dibutuhkan 10 liter.
    6. Larutan penghambat reaksi pencoklatan diperlukan agar buah tidak berubah kecoklatan atau warna
    gelap lainnya. Larutan mengandung ion sulfit yang berasal dari sodium bisulfit, sodium metasulfit, atau
    dari pelarutan gas belerang dioksida di dalam air.
    CARA PEMBUATAN MANISAN PISANG :
    1. Pisang dikupas dan dipotong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
    Sementara itu larutan sulfit dipanaskan sampai suhu 64 — 68°C. Kemudian irisan pisang direndamkan
    ke dalam larutan sulfit hangat tersebut selama 10 menit sambil diaduk-aduk secara pelan-pelan.
    2. Perendaman di dalam larutan gula. Potongan pisang direndam di dalam larutan gula 40% selama
    24 jam. Setelah itu irisan ditiriskan. Sedangkan larutan gula dipanaskan sampai suhu 90°C selama
    10 menit. Setelah dingin, kadar larutan gula diukur dengan refraktometer. Jika kadar gula kurang dari
    40%, ke dalam larutan ditambahkan lagi gula hingga kadar gula kembali menjadi 40%.
    Selanjutnya, potongan pisang direndamkan lagi ke dalam larutan gula dan dibiarkan lagi selama 24 jam.
    Prosedur di atas diulangi lagi sampai 2 kali. Dengan demikian perendaman dilakukan selama 3 hari.
    3. Setelah potongan buah ditiriskan, kemudian dijemur (jika tersedia cukup sinar matahari) atau
    dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air di bawah 20% (ditandai dengan susutnya ukuran
    irisan buah menjadi separuh ukuran semula dan lentur). Hanisan pisang ini dikemas di dalam kantong plastik polietilen, kemudian diseal dengan rapat.

  • Resep Keripik Pisang

    Resep Keripik Pisang

    Keripik pisang adalah irisan kering dari pisang yang diolah
    melalui penggorengan di dalam minyak nabati. Sebagai jenis
    keripik yang banyak diusahakan dan disukai oleh masyarakat,
    keripik pisang mudah dibuat dengan biaya murah dan perlatan sederhana.
    BAHAN :
    1. Pisang yang telah matang petik, masih hijau dengan sedikit warna kuning (10 % dari luas permukaan).
    Di Sumatera Barat, pisang yang paling cocok untuk keripik goreng adalah pisang togar dari Pasaman atau pisang kepok tertentu dari Baso. Di Jawa pisang raja banyak diolah menjadi keripik. Secara umum
    semua jenis pisang memungkinkan untuk diolah menjadi keripik.
    2. Minyak goreng (sawit), garam halus, natrium metabisulfit atau natrium bisulfit (senyawa ini digunakan untuk mencegah terbentuknya warna kehitaman atau coklat tua pada permukaan irisan pisang), dan asam sitrat.
    CARA MEMBUAT KERIPIK PISANG :
    • Pisang dikupas, kemudian diiris tipis-tipis (tebal 2-3 mm) secara memanjang.
    • Irisan harus segera digoreng. Usahakan paling lambat 10 menit setelah diiris,
    irisan telah dimasukkan ke dalam minyak goreng panas bersuhu kurang lebih
    170°C. Minyak harus cukup banyak sehingga semua bahan tercelup di dalamnya.
    Tiap 1 kg pisang membutuhkan 3 liter minyak goreng. Selama penggorengan,
    lakukan pengadukan secara perlahan. Penggorengan dilakukan sampai keripik cukup
    kering dan garing. Hasil penggorengan disebut dengan keripik pisang. Hasil ini
    sudah cukup enak untuk dikonsumsi. Tetapi jika diinginkan cita rasa yang lebih
    manis maka penggulaan bisa dilakukan.
    • Gula pasir digiling sampai halus sebanyak 1 kg kemudian tambahkan 250 ml
    air dan diaduk-aduk. Larutan dipanaskan sampai mendidih. Setelah mendidih,
    api segera dikecilkan untuk menjaga larutan gula tetap panas, tetapi tidak mendidih.
    • Keripik yang baru diangkat dari minyak panas, ditiriskan sebentar (1 menit)
    kemudian segera dicelupkan ke dalam larutan gula.
    • Keripik segera diangkat untuk ditiriskan dan didinginkan dengan
    menghamparkannya di atas alat peniris.
    •Selain dicelupkan ke dalam larutan sirup. Keripik yang
    baru ditiriskan dan masih panas, segera ditaburi dengan tepung
    gula, kemudian diaduk pelan agar gula merata. Teknik ini juga
    digunakan untuk menggarami keripik.

  • Tepung Pisang (Cara 2)

    Tepung Pisang (Cara 2)

    Tepung pisang adalah hasil penggilingan buah pisang kering (gaplek pisang). Produk ini digunakan untuk formulasi kue dan makanan bayi. Walaupun demikian, produk ini belum banyak dikenal masyarakat. Pembuatan tepung pisang mudah dilakukan dan biayanya tidak mahal.
    CARA PEMBUATAN TEPUNG PISANG (CARA 2) :
    • Siapkan pisang matang petik yang kulitnya masih hijau dan daging buahnya
    masih keras (akan matang konsumsi jika diperam). Wadah pemanas (gerabah)
    diletakkan di atas api (tungku atau kompor), kemudian dibiarkan sampai panas.
    Setelah itu pisang dimasukkan sampai penuh dan wadah ditutup.
    • Sementara itu api tetap dinyalakan. Pisang dipanaskan kurang lebih selama 15 menit selanjutnya api dimatikan dan pisang dibiarkan dingin. Pisang yang telah cukup dipanaskan, kulitnya menjadi kusam dan layu, serta kulitnya tidak bergetah jika dikupas.
    • Pisang yang telah dingin dikupas dengan pisau atau dengan bilah bambu
    yang dibentuk pipih seperti mata pisau. Siapkan larutan natrium bisulfit
    2.000 ppm (2 gram dalam 1 liter).
    • Setelah dikupas, buah diiris tipis melintang atau menyerong dan rendam
    dalam larutan natrium bisulfit selama 5 — 10 menit. Semakin kecil ukuran
    potongan akan semakin baik karena semakin cepat kering jika dikeringkan.
    • Potongan pisang dihamparkan di atas tampah. Selanjutnya dijemur hingga
    kering benar dengan tanda mengerasnya bahan, tapi mudah dipatahkan.
    Hasil pengeringan disebut gaplek pisang yang selanjutnya digiling sampai halus (80 mesh).

  • Tepung Pisang ( Cara 1)

    Tepung Pisang ( Cara 1)

    • Pada dasarnya semua jenis pisang bisa diolah menjadi
    tepung pisang, asal tingkat ketuaannya cukup sehingga
    kandungan patinya pun maksimal. Untuk menentukan tingkat
    ketuaan, ketika pisang masih di pohon ditandai dengan adanya
    buah yang sudah mulai menguning pada sisir paling atas.
    • Tepung pisang mempunyai rasa dan bau yang khas
    sehingga bisa digunakan sebagai bahan tambahan berbagai
    olahan yang umumnya menggunakan tepung (terigu ataupun beras).
    Tepung pisang mampu menggantikan sebagian atau
    seluruh tepung yang biasa digunakan. Jenis olahan yang banyak
    menggunakan tepung pisang adalah makanan bayi. Skala
    produksinya sudah mencapai industri besar. Sementara jajanan
    lain adalah roti, kue lapis, puding, dan masih banyak lagi.
    • Sifat tepung pisang yang terbuat dari jenis pisang yang
    berbeda akan berbeda pula. Jenis pisang yang paling baik
    menghasilkan tepung adalah pisang kepok. Kelebihannya warna
    tepung akan lebih putih, tetapi kelemahannya aroma pisangnya kurang nampak.
    CARA PEMBUATAN TEPUNG PISANG (CARA 1) :
    • Segala jenis pisang bisa diolah menjadi tepung. Jenis pisang yang akan diolah menjadi tepung sebaiknya adalah pisang yang over producted (berlimpah) di saat panen.
    Umumnya pada setiap daerah jenis pisang yang
    berlimpah di saat panen berbeda. Meski demikian, agar tepung yang dibuat maksimal, pilihlah pisang dengan tingkat ketuaan yang cukup sehingga kandungan patinya pun optimal.
    • Pisang terpilih selanjutnya dilepas dari sisirnya kemudian dicuci hingga getah dan kotoran yang melekat padanya hilang.
    • Pisang dikukus atau direbus selama 10 — 15 menit untuk mempermudah pengupasan dan menghilangkan getah, serta memperbaiki warna gaplek atau tepung yang dihasilkan.
    • Pisang ditiriskan lalu dikupas, selanjutnya diiris tipis melintang atau menyerong
    (ketebalan irisan 0,25 — 0,75 cm) direndam dalam larutan natrium bisulfit 2.000 ppm (2 gram dalam 1 liter)
    selama 5 — 10 menit untuk mencegah terjadinya warna cokelat dan supaya awet.
    Bila bahan tidak ada, bisa direndam air biasa.
    • Setelah ditiriskan lalu dijemur. Jika menggunakan alat pengering dengan suhu 60°-70°C selama 6-8 jam.
    Tanda telah kering ketika gaplek sudah bisa dipatahkan. Kadar air pada kondisi ini sekitar 6-10%
    • Setelah penggilingan atau penumbukan gaplek, tepung pisang pun sudah jadi dan slap digunakan.
    Rendamen tepung pisang yang dihasilkan sekitar 20-24%. Penyimpanan tepung pisang bisa
    menggunakan kaleng dan kantung (karung) plastik yang kedap air.